You are here: Artikel

5 Alasan Penting Mengapa Mahasiswa Harus Magang di Startup

5 Alasan Penting Mengapa Mahasiswa Harus Magang di Startup


Ketika kamu ingin melakukan praktek kerja magang, sangat mudah bagimu untuk tertarik pada perusahaan-perusahaan besar. Siapa yang tidak ingin bergabung dengan PwC, KPMG, JP Morgan atau Google sebagai pilihannya? Namun, justru di sinilah letak kegagalan mahasiswa dalam menyadari suatu hal, yakni semakin besar sebuah perusahaan, semakin kecil juga lowongan kerja yang hebat untukmu. Setelah magang pada perusahaan yang memiliki karyawan hampir 300 orang, dan perusahaan yang hanya memiliki 15 – 20 karyawan, kita akan bisa membedakan antara perusahaan yang cukup besar dengan sebuah startup.

Ada banyak yang bisa diperoleh dengan bekerja pada sebuah perusahaan yang lebih kecil, khususnya ketika kamu baru pertama kali memasuki dunia kerja. Dengan bekerja untuk sebuah perusahaan teknologi yang belum memiliki nama terkenal dan tipe perusahaan yang mungkin tidak dicari oleh teman-teman konsultan dan keuanganmu, sesungguhnya akan memberikanmu pengalaman nyata yang sulit untuk didapat di perusahaan lain. Berikut adalah beberapa alasan mengapa bekerja di sebuah startup bisa menjadi salah satu pertimbangan magangmu.

1. Kamu akan Memiliki Tanggung Jawab yang Nyata

Khususnya pada startup yang masih berada pada tahap awal, waktu menjadi hal yang sangat berharga dan setiap orang dalam tim memiliki peran yang besar untuk membangun startup – termasuk para pekerja magang. Itu berarti kamu akan memegang suatu proyek yang bisa berdampak langsung bagi pengguna/klien, terdengar keren bukan? Menampilkan produksi pertamamu dan mempublikasikannya, serta mengecek kinerja sebuah situs, mungkin akan terdengar menakutkan di awal. Tapi bekerja beriringan dengan ketakutan-ketakutan itu dan belajar untuk mengambil tanggung jawab dalam hal tersebut, akan membuatmu mendapat banyak keuntungan. Selain kamu dapat menunjukkan bahwa kamu memegang proyek yang penting, hal tersebut juga menumbuhkan kepercayaan diri untuk tahu jika sesungguhnya kamu berkemampuan dalam menangani dan memimpin proyek di masa depan nanti.

Contohnya saja, pada minggu awal magang di Liv.it&Labster, kamu akan diminta memegang seluruh akun media sosial, kampanye iklan online dan kontrol penuh terhadap semua hal-hal dasar atas akuisisi pelanggan dan strategi online. Lalu, foundernya akan menilai kamu secara cepat, penilaiannya hanya ada pada dua hal: kamu akan gagal atau berhasil dalam waktu cepat. Mereka akan memberikanmu tanggung jawab penuh , mengecek laporan mingguan dan akan memberikan komentar atau saran yang berharga untukmu, bukan hanya memberikan tugas-tugas secara acak yang terkadang tidak penting. Kamu justru belajar untuk mendapatkan pengalaman dan pengetahuan yang luas.

2. Kamu akan Belajar Banyak Mengenai Cara Kerja Perusahaan

Jika menjadi karyawan di perusahaan besar, sebagian besar waktu yang akan kamu habiskan hanyalah untuk bekerja dalam departemen dengan sebuah tim. Perkembangan dirimu sering kali terbatas karena kamu hanya mendapat porsi kecil untuk terlibat langsung. Dengan jumlah karyawan ratusan, kamu hanya akan mendapat pengalaman bisnis yang rendah.

Tapi, dalam startup yang masih baru, itu tidak akan terjadi. Kamu akan dilibatkan setiap harinya dalam operasional perusahaan. Menjadi bagian tim kecil berarti kamu akan mengenal orang-orang dari berbagai bagian di perusahaan. Dan, sebagian besar startup akan memastikan tiap orang selalu berada dalam satu lingkaran. Seperti halnya Labster, mereka membuat pertemuan setiap hari Senin dengan timnya, jadi setiap orang bisa tahu apa saja yang terjadi dalam kurun waktu seminggu dan apa saja yang sudah dicapai dalam seminggu itu, gunanya untuk memastikan tiap orang mengetahui hal terbaru terhadap proses kemajuan suatu perusahaan.

3. Kamu akan Mengenal Hal-hal Keren

Pada prosesnya, startup akan terus menggunakan perangkat-perangkat situs terbaru dan metodologi-metodologinya. Sudah menjadi suatu kewajiban untuk menjadi ‘lean’ dan mencoba marketing tools baru yang ada di dunia startup. Contohnya lagi, sebelum Kamu bergabung dengan Ozhut misalnya, kamu mungkin benar-benar tidak tahu apapun tentang Facebook Ads, Google Adwords, content marketing, SEO, email marketing, retargeting atapun database querying. Kamu mungkin tidak pernah menulis atau membuat iklan di Facebook/Google untuk kampanye online dan memonitor trafik sebuah situs, ataupun mengecek perilaku pengguna lewat Google Analytics sebelumnya. Tapi lewat startup, kamu akan mengenal itu semua. Dan, juga yang tidak terlupa adalah, kamu bisa mendapatkan pengetahuan yang tak ternilai, yang tidak akan Kamu dapatkan di perguruan tinggi. Percayalah, pengalaman ini adalah hal yang berharga dalam dunia kerja digital sekarang ini.

4. Kamu Akan Dikelilingi Orang-orang yang Berbakat dan Memotivasi

Startup yang baik mampu menjadi magnet bagi orang-orang terbaik. Dan pada dasarnya, mereka adalah orang-orang yang menikmati dan mencintai apa yang mereka lakukan. Siapa yang tidak ingin mempekerjakan orang-orang terbaik dari yang terhebat untuk bekerja dalam pembangunan startupnya? Satu hal terbesar mengenai startup kecil adalah jika kamu bekerja dengan karyawan kurang dari dua puluh, kamu akan memiliki kesempatan mengenal banyak orang. Dan, mereka adalah orang-orang yang bisa menjadi teman sekaligus rekan bisnismu selama bertahun-tahun lamanya.

Ketika kamu bekerja pada salah satu co-working space bernama Livit Space, kamu bisa bertemu dengan para pengusaha dari seluruh dunia lulusan UCL, mereka adalah orang-orang yang menciptakan konsep layar sentuh bagi Apple – keren sekali! Kamu juga akan belajar satu hal bahwa startup adalah tempat orang-orang saling berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka satu sama lain. Dan, kamu bisa belajar semua ini dan mendapatkan inspirasi dari pengusaha-pengusaha itu dalam waktu singkat.

5. Kamu akan Merasakan Suasana Santai dan Atmosfer yang Fleksibel

Dalam dunia startup, kamu akan sering mendengar orang-orang mengatakan dua hal ini; gagal cepat dan belajar cepat. Startup tidak memiliki banyak sumber daya untuk memeriksa semua pekerjaanmu, maka itu, jika kamu mendapat sebuah tugas, kamu diharapkan bisa mengerjakannya dengan tuntas. Tentu saja kamu bisa meminta bantuan atau saran sepanjang pekerjaan, namun perbedaan utamanya adalah hasil pekerjaanmu akan menentukan bagaimana orang-orang menilai kinerjamu. Lalu, kamu akan melakukan kesalahan (setiap orang melakukannya), tapi karenanya, kamu akan belajar hal baru lebih cepat dan seluruh tim akan mengenal apa yang telah kamu kerjakan. Dan, hal menarik yang tak terlupa adalah suasana santai dan fleksibelnya. Kamu akan memiliki meja tenis, bilyar dan permainan-permainan yang tersedia pada ruangan khusus untuk mengurangi stress atau tekanan setelah lama bekerja.

Sumber : Melvinchee.com

Kharisma Bisa Ditumbuhkan

Coba perhatikan deh rekan-rekan kerja anda di kantor. Adakah yang wajah dan penampilannya biasa-biasa saja tetapi cukup menyenangkan, baik dilihat maupun diajak bicara? Padahal kalau dilihat-lihat lebih jauh tidak ada sesuatu yang menonjol pada dirinya, semua terlihat biasa-biasa aja. Tapi herannya walau biasa aja ia tetap keliatan menarik. Kenapa ya..? Bisa dipastikan orang tersebut memiliki kharisma.

Banyak yang mengatakan bahwa kharisma yang dipancarkan seseorang merupakan ‘bawaan’ sejak lahir. Artinya ada yang ditakdirkan memiliki kharisma dan ada yang tidak. Seseorang yang tidak punya kharisma meskipun memiliki wajah yang tampan atau cantik dan punya otak yang cemerlang, tetapi kelihatan kurang menarik. Sepertinya ada sesuatu yang kurang pada dirinya. Tapi kharisma seseorang juga bisa bersifat subyektif atau dipengaruhilike or dislike. Namun, terlepas dari semua itu sebetulnya kharisma bisa dipelajari dan diusahakan. Bagaimana caranya? Bagi yang ingin punya kharisma coba gebet terus deh.

– Untuk memiliki kharisma, mulailah dari dalam diri sendiri. Benahi dulu perilaku anda sehari-hari. Cobalah untuk menghargai orang lain seperti menghargai diri anda sendiri. Sekalipun anda tergolong orang yang pandai, jangan pernah meremehkan kemampuan orang lain. Dan jangan pernah mencela kekurangan orang lain. Ingat loh, sekalipun anda menganggap diri anda sudah oke, anda juga nggak lepas dari kekurangan.

– Jagalah sikap dan tutur kata anda. Kepada rekan kerja yang lebih tua atau kepada atasan jangan cuma memanggil namanya. Pakailah kata sandang seperti Mas, Mbak, Pak, atau Bu. Kalau anda nekat memanggil namanya seperti dengan teman anda akan dicap ‘tidak memiliki tata krama’. Begitu juga dalam berbicara. Jangan bicara dan bercanda sembarangan kepada bos atau rekan yang tidak begitu dekat dengan anda. Karena selama ini orang yang punya kharisma adalah orang yang pandai menyesuaikan diri plus tahu sopan santun.

– Cobalah untuk tersenyum setiap kali bertemu dengan rekan yang anda kenal. Nggak perlu berlebihan tetapi juga jangan cuma basa-basi. Tersenyumlah dengan tulus. Untuk memulainya, coba deh anda ambil sebuah cermin dan berlatihlah tersenyum hingga anda mendapatkan senyum yang benar-benar patent.

– Pelajari seni memuji orang dengan tulus. Ingat, orang akan tahu loh mana pujian yang tulus dan mana yang basa-basi. So, kalau memuji cuma untuk mencari perhatian dan topeng pergaulan doang, lebih baik nggak usah deh, daripada anda dianggap muna.

– Belajarlah untuk mengekspresikan empati anda terhadap rekan yang tengah dilanda kesulitan. Jika ia mengadukan keluhannya pada anda dengarkan dengan baik dan ucapkan kata-kata yang bisa menghiburnya.

– Perbaiki penampilan anda. Gunakan pakaian yang sesuai dengan kepribadian dan tidak melanggar batas-batas kesopanan. Jangan gunakan pakaian yang sudah lusuh dan robek, apalagi pakaian ke kantor. Dan sisirlah rambut anda dengan rapih. Bagi wanita berdandanlah sepantasnya. Kemudian mandi dan gosok gigi paling tidak dua hari sekali, karena percuma juga loh kalau penampilan anda oke, sikap anda baik tetapi bau tubuh dan nafas anda nggak enak, wah ya nggak ada yg mau deketin anda dong.

Selebihnya, untuk menambah kharisma diri anda, bekali diri anda dengan pengetahuan dan wawasan yang luas. Jangan ragu untuk menambah keahlian dan ketrampilan dengan mengikuti kursus-kursus. Ikuti berita dan informasi terkini. Sehingga paling tidak, kalau diajak ngobrol dengan rekan kantor, anda nggak akan dianggap si lemot. Nah, udah siap kan jadi orang yang berkharisma? Jadi, sekarang siap-siap aja deh menebar pesona di kantor…!

 

Sumber: artikelduniakerja.wordpress.com

Apa Arti Uang? Apa Makna Hidup Anda?

Apa Arti Uang? Apa Makna Hidup Anda?


Hari ini ada kata-kata Tony Robbins yang nyangkut banget sama saya. "Apa yang saya punya tidak akan membuat saya bahagia. Bagaimana saya menjadi, akan membuat saya sangat bahagia atau sangat sedih."

Ini membawa pemahaman baru bagi saya. Bahwa memang betul, manusia tidak boleh menjadi budak dari uang. Lebih tepatnya, budak dari apa-apa yang bisa dibeli oleh uang. Namun manusia juga tidak bisa memungkiri bahwa hidup tanpa uang bakalan jauh dari menyenangkan.

Kalau manusia membiarkan dirinya terlena oleh apa yang bisa dia beli, dia akan sangat tidak bahagia dengan hidup yang dia miliki. Namun kalau manusia bisa tau bahwa uang itu hanya sarana dan pendukung, agar dia bisa mencapai mimpinya, maka dia akan bahagia.

Mindset ini jadi penting sekali. Karena saat mindset ini ada, maka emosi dan kemelekatan terhadap uang menjadi berkurang. Uang hanyalah sarana. Barang hanyalah sarana. Kalau saya punya komputer baru, bukan kepemilikan komputer yang membuat saya bahagia. Namun apa yang bisa dilakukan komputer itu yang membuat saya bahagia. Bukan hanya apa yang bisa dilakukan komputer itu, namun yang dilakukan oleh komputer itu yang sesuai dengan purpose saya... itu yang membuat saya bahagia.

Mobil hanyalah sarana. Rumah hanyalah sarana. Pesawat dan helikopter itu hanyalah motivasi. Hadiah agar saya bisa lebih relax dan lebih tenang. Agar saya lebih bisa menghargai diri saya yang sudah bekerja keras. Agar diri saya merasa bahwa apa yang dia perjuangkan sudah mulai kelihatan hasilnya. Agar ada sense of accomplisment. Agar diri saya lebih termotivasi untuk naik ke tangga berikutnya.

Begitu pula dengan keluarga. Seperti yang dulu pernah saya tulis. Keluarga bukanlah tujuan akhirnya. Keluarga adalah tempat kita belajar cinta, tempat kita menikmati cinta. Tempat kita menjadi lebih dewasa.

Bila ada orang di luar sana yang melihat anaknya sebagai beban, maka kehidupan keluarganya akan jadi beban. Bila orang di luar sana melihat mobil dan rumah sebagai beban, maka sebenarnya dia hanya bekerja untuk beban. Selamanya dia tidak akan pernah bahagia. Apalagi kalau dia membeli sebuah barang baru. Pada akhirnya barang baru itu tidak akan membuat dia bahagia. Namun hanya akan menambah bebannya. Lalu dia bingung, di mana letak kebahagiaan itu.

Padahal mobil itu hanyalah tolak ukur, bahwa kita sudah berjuang cukup banyak. Bahwa kita sudah memberi cukup banyak kepada orang lain. Saat kita belum punya banyak, itu artinya kita belum cukup banyak memberi nilai tambah untuk orang lain. Saat kita sudah memberi cukup banyak bagi orang lain, maka kelihatanlah hasilnya. Dunia akan menghadiahi kita dengan mobil, rumah, atau pesawat atau apapun yang kita anggap kita mau. Namun sekali lagi itu hanyalah tolak ukur.

Karena semua benda itu tidak membuat kita bahagia. Yang membuat kita bahagia pada akhrnya adalah saat kita bisa memberi banyak bagi orang lain. Saat orang lain berterima kasih pada kita, dan kita sudah memenuhi life calling itu.... itu yang membuat kita truly happy.

Maka kapanpun kita dipanggil Tuhan, kita akan bahagia. Karena memang kita sudah memenuhi apa yang menjadi tugas kita. Kita akan ikhlas meninggalkan semuanya. Karena semuanya pada akhirnya hanyalah sarana agar kita bisa memenuhi purpose kita di dunia ini. Kita boleh meninggalkan semua sarana itu, karena kita sudah pada akhirnya yang kita tuju sudah kita capai. Kita bukan berjuang untuk sarana. Kita berjuang untuk the end means.
Terima kasih, Tuhan Yang Maha Baik. Terima kasih, Tuhan Yang Maha Pengasih. Terima kasih, Tuhan Yang Maha Penyayang.
Semoga hidup kita menjadi makin bijaksana & makin memenuhi life calling kita. Bila kita kaya raya, kita pantas mendapatkannya. Karena kita sudah memberikan begitu banyak untuk dunia. Tujuan hidup kita tercapai.
Sumber: This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
Copyright, Hendrik Ronald.

Page 2 of 43