You are here: Artikel

Studi Membuktikan, Olahraga Bisa Buat Performa Kerja Melesat

Olahraga memang memiliki segudang manfaat bagi kesehatan tubuh, seperti menurunkan tekanan darah, menyehatkan jantung, dan bentuk tubuh pun menjadi lebih menarik. Selain itu, ada beberapa manfaat menarik lainnya.

Para ilmuwan meneliti bahwa olahraga memberikan manfaat secara kognitif yang dapat mempengaruhi kinerja Anda di kantor.

Penelitian mengindikasikan bahwa kekuatan mental berkaitan langsung dengan fisik yang berimplikasi pada performa kerja. Tidak hanya itu, kemampuan kognitif Anda pun dapat meningkat dengan berolahraga secara teratur.

"Olahraga terbukti bermanfaat dalam performa Anda di kantor, seperti meningkatkan konsentrasi, mempertajam ingatan, mempercepat proses belajar, meningkatkan stamina mental, memperkaya kreativitas, dan mengurangi stres," kata psikolog sosial Ron Friedman PhD.

Di samping itu, Friedman menjelaskan, olahraga juga dapat meningkatkan mood bekerja, ini tentunya sangat penting bagi performa Anda di kantor. Selain itu, ada juga studi yang menemukan bahwa jika Anda melakukan olahraga kecil selama jam kerja, bisa membuat konsentrasi dan fokus kian tajam sehingga pekerjaan dapat terselesaikan dengan cepat serta tepat.

Leeds Metropolitan University meneliti pengaruh latihan pada hari kerja di kalangan karyawan di perkantoran yang memiliki akses ke gym. Pada hari-hari di mana karyawan pergi ke gym,ternyata performa kerja mereka membaik dan meningkat.

"Mereka menjadi lebih produktif, mampu mengelola waktu secara efektif, dan berinteraksi lebih luwes dengan rekan kerja. Saat jam pulang kantor, mereka pulang ke rumah dengan penuh kepuasan," jelas Friedman.

Salah satu cara sederhana berolahraga di sela-sela hari kerja yang padat menurut Friedman adalah terlebih dahulu mengidentifikasi jenis aktivitas yang paling nyaman menurut Anda. Jika Anda senang tenis, berenang, menari atau bahkan menabuh drum, lakukanlah aktivitas itu secara teratur.

Sumber:

http://www.psychologytoday.com/

http://female.kompas.com/

Pentingnya Rasa Percaya Diri dalam Dunia Kerja

Dalam dunia yang penuh persaingan ini, rasa percaya diri dapat menjadi modal utama untuk mencapai sebuah kesuksesan. Menurut W.H. Miskell (1939), percaya diri adalah kepercayaan akan kemampuan sendiri yang memadai dan menyadari kemampuan yang dimiliki, serta dapat memanfaatkannya secara tepat.

Ketika percaya pada kemampuan kita yang memadai dan menyadari kemampuan yang dimiliki, kita menjadi berani mempergunakan dan menunjukkannya di tempat kerja.

Orang yang percaya diri dapat berkembang lebih baik daripada orang yang tidak percaya diri. Orang yang tidak percaya diri cenderung berpikiran negatif tentang kemampuannya, sehingga membuatnya tidak bisa mengembangkan potensi-potensi yang ada. Jadi orang yang percaya diri terlihat lebih unggul daripada orang yang tidak percaya diri, padahal belum tentu kemampuan yang dimilikinya lebih baik.

Apa yang membedakan orang yang percaya diri dengan yang tidak? Apa yang membuat rasa percaya diri bisa menjadi modal mencapai kesuksesan? Untuk menjawab hal tersebut, ada beberapa hal yang dapat kita perhatikan.

Percaya diri dapat menumbuhkan motivasi

Motivasi yang kuat dibutuhkan untuk mencapai sebuah kesuksesan. Terkadang sebuah tujuan dan cara mencapainya sudah terlihat jelas, namun tersamarkan karena kurangnya motivasi.

Orang yang percaya diri memiliki motivasi yang kuat, sehingga mereka akan memperjuangkan tujuan atau target mereka dengan sungguh-sungguh karena yakin dapat mencapainya.

Percaya diri membuat orang berpikir positif

Walaupun gagal meraih tujuan atau target, orang yang percaya diri tidak mudah menyerah karena mereka dapat berpikir positif terhadap segala sesuatu yang mereka hadapi.

Gagal tidak membuat mereka menyalahkan diri sendiri dan menyerah karena mereka yakin akan kemampuan yang mereka miliki. Hal tersebut membuat mereka mampu bangkit lebih cepat dibandingkan orang yang tidak percaya diri ketika mengalami kegagalan.

Percaya diri dapat membangun hubungan sosial yang baik.

Orang yang percaya diri dapat berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya dengan baik, dan dengan yakin akan kemampuannya, mereka dapat meyakinkan orang lain terhadap kemampuan yang dimilikinya. Hubungan sosial yang baik membuat mereka lebih diakui dibandingkan dengan orang yang tidak percaya diri.

Kesuksesan identik dengan status sosial yang lebih tinggi. Status sosial adalah tempat atau posisi seseorang di masyarakat, dalam dunia kerja dapat dilihat dari jabatan yang dimiliki seseorang. Dengan lebih tingginya status sosial yang dipunyai seseorang, maka bisa dikatakan orang tersebut lebih sukses dari orang yang mempunyai status sosial di bawahnya.

Peluang untuk mendapat status sosial lebih tinggi akan lebih besar ketika kita mempunyai rasa percaya diri yang tinggi. Dengan percaya diri, kita membuka kesempatan orang lain untuk memberi kepercayaannya kepada kita, karena tidak akan ada orang yang percaya pada kita jika kita saja tidak percaya kepada diri sendiri.

Jadi, kesiapan Anda menjadi orang sukses dapat dilihat dari seberapa besar rasa percaya diri Anda untuk menjadi orang sukses. Jika sudah mempunyai rasa percaya diri yang tinggi, Anda sudah melakukan langkah pertama menuju kesuksesan!

Sumber : http://www.marketing.co.id/

Contoh Pertanyaan Wawancara Kerja

 

Wawancara kerja merupakan salah satu tahap dalam proset rekruitmen / penerimaan karyawan. Walaupun terkesan simple dan mudah, namun tidak jarang banyak terdapat pelamar yang gagal dalam proses wawancara kerja ini. Pertanyaan yang biasa diajukan pada saat wawancara kerja memang sangat beragam, bahkan beberapa diantaranya merupakan pertanyaan 'jebakan' yang bertujuan untuk mengorek lebih jauh tentang siapa diri pelamar sebenarnya. Oleh karena itu, penting bagi para pencari kerja untuk mengetahui contoh pertanyaan wawancara kerja untuk meminimalisir kesalahan jawab pada saat wawancara kerja.

Berikut ini adalah beberapa contoh pertanyaan wawancara kerja:

1. Ungkapkan siapa diri anda dalam 3 kata
---> jangan pernah berbohong untuk menjawab pertanyaan ini. Karena jawaban dari akan digunakan sebagai dasar untuk mencounter jawaban kita pada pertanyaan yang lain

2. Mengapa melamar di perusahaan ini? atau apa yang anda ketahui tentang perusahaan ini?
---> ada baiknya kita mempelajari serta mengetahui sedikit info mengenai perusahaan yang kita lamar. Namun, jangan sekali - kali sok tahu kalau memang kita tidak tahu apapun tentang perusahaan yang kita lamar.

3. Mengapa keluar dari tempat kerja sebelumnya?
---> walaupun di tempat kerja sebelumnya kita bermasalah dengan bos yang galak atau teman kerja yang suka 'menyikut', namun jangan sekali kali kita mengungkapkan hal tersebut pada saat wawancara kerja

4. Berapa gaji yanga anda inginkan?
---> beberapa perusahaan memberikan pertanyaan ini sebagai pertanyaan retorika (pertanyaan yang tidak perlu dijawab karena mereka sudah punya standar gaji), namun jangan pernah kita menjawab dengan: terserah perusahaan mau menggaji saya berapa. Karena selain terlihat sangat desperate juga membuat kita menjadi tidak memiliki bargaining power di depan pewawancara. Oleh karena itu, sebaiknya kita memiliki hitungan sendiri tentang berapa gaji yang kita inginkan berdasarkan: jumlah kebutuhan bulanan termasuk jumlah tabungan dan juga berapa kemampuan kita akan dihargai.

5. Apa yang akan anda lakukan bila anda diterima kerja disini?
---> jawaban atas pertanyaan ini akan sangat tergantung dengan posisi yang kita lamar.

6. Apa yang anda lakukan di waktu luang?
---> rahasia dari jawaban pertanyaan ini adalah: jangan pernah mengatakan melakukan aktivitas internet di depan komputer/laptop/handphone

7. Apakah anda bersedia bekerja lembur?
---> ini merupakan pertanyaan yang menjebak sebenarnya. Karena pasti tidak ada karyawan yang senang bekerja lembur. begitu juga dengan perusahaan, tidak ada perusahaan juga yang dengan rela membiarkan karyawannya bekerja lembur terus menerus karena lembur merupakan salah satu indikasi adanya ketidak efisienan kerja para karyawan. Oleh karena itu, kita harus bisa menjawab secara diplomatis seperti ini: "kalau memang pekerjaan belum selesai saat jam pulang padahal saya sudah berusaha maksimal, maka saya tidak keberatan untuk bekerja lembur. Namun saya lebih senang bila pekerjaan saya bisa selesai tepat waktu"
Sumber: http://carapedia.com/

Page 10 of 43