You are here: Informasi

Tips Keamanan Dan Keselamatan Bekerja Dengan Listrik

Berbagai peralatan yang digerakkan oleh tenaga listrik atau tekanan udara,kecelakaan bisa diakibatkan karena sentuhan atau akibat kelalaian dalam bekerja dengan peralatan listrik. Hal ini dapat dipahami karena biasanya alat-alat tersebut memiliki kapasitas yang besar,baik berupa putaran maupun tekanan. Oleh karena itu, sangat berbahaya jika kita kurang memahami ketentuan tentang keselamatan kerja.

Nah…berikut ada tips keamanan dan keselamatan bekerja dengan listrik untuk menghindari kecelakaan dan resiko lainnya.

1. Kenalilah peralatan dan jangan coba-coba
Jangan menggunakan peralatan yang digerakkan oleh tenaga listrik atau tekanan udara bila belum tau/paham, karena akan membahayakan jiwa atau barang.

2. Yakin bahwa peralatan bekerja baik
Peralatan akan bekerja baik apabila dirawat.kabel yang terkelupas dapat menyebabkan hubungan pendek atau kebakaran (hubungan singkat/korslet).

3. Bekerja dengan penuh perhatian
Bekerjalah dalam keadaan tenang konsentrasikan pikiran hanya untuk pekerjaan saja.

4.Menggunakan alat pelindung
Gunakan alat pelindung badan, jangan sampai terjadi kecelakaan.

5. Jangan menarik-narik kabel listrik
Bila kabel listrik pada waktu menggunakan stiker,ditarik akan mengakibatkan serabut kawat terputus.

6. Jangan bekerja seorang diri

7. Bekerjalah dengan satu tangan
Bila bekerja pada peralatan listrik tsb usahakan menggunakan satu tangan, tangan yang lain masuk ke dalam saku. Maksudnya agar bila terjadi aliran listrik pada tangan kanan,tidak mengalir ke tangan kiri lewat jantung.

8. Jangan meraba-raba peralatan yang menggunakan tegangan listrik

9. Jangan menggunakan peralatan listrik dengan peralatan yang mudah terbakar

10. Lihat prosedur pemakaian

11. Jangan memperbaiki perelatan listrik yang masih bertegangan

12. Periksa semua peralatan listrik sebelum digunakan

13. Waspadalah.

Waspadalah setiap saat merupakan kunci keamanan kerja,jangan melakukan kelalaian dalam melakukan pekerjaan.

Sumber: http://www.news.tridinamika.com/

6 Rahasia Tetap Semangat di Pagi Hari

Mungkin Anda termasuk warga pekerja yang mengikuti tren saat ini, naik komuter di awal hari untuk pergi ke kantor yang jauhnya puluhan kilometer. Seringkali, karena jenuh dan capek di jalan, ketika Senin tiba, anda tak yakin bisa melewati 8 jam kerja tanpa harus menjatuhkan kepala ke papan ketik Anda.Thedailymuse 11 Mei 2012 memberikan 6 cara alami untuk meningkatkan energi di pagi hari :

1. Bergerak
Jika Anda menemukan diri Anda tertegun di depan komputer, segera buat gerakan yang akan melancarkan peredaran darah. Berjalan menuju ke meja kerja rekan Anda atau mengelilingi kantor saat menerima telepon. Jika Anda terjebak di meja kerja, cobalah untuk melemaskan dan membebaskan lengan atau kaki Anda agar tetap terjaga.

2. Tetap Dingin
Susana hangat akan membuat Anda nyaman, tapi juga mengantuk. Sebaliknya, tubuh Anda tidak bisa merasa santai jika suasananya terlalu dingind. Solusinya adalah dengan melepaskan cardigan atau jaket penghangat Anda dan cobalah untuk mengulum es batu kecil. Rasa dingin yang ditimbulkan es akan membuat otak Anda tetap terjaga.

3. Pilih Rasa Sitrus
Minuman energi dan kopi mungkin akan memberikan Anda kafein tinggi dalam waktu sebentar, tapi beberapa jam kemudian mereka malah akan memberikan rasa kantuk. Untuk menghindari rasa lelah di sore hari, cobalah untuk minum air putih hangat dengan seiris lemon sepanjang hari. Zat besi alami yang berasal dari Lemon akan membantu Anda tetap fokus, ditambah membuang racun yang masuk di dalam tubuh.

4. Terlibat Dalam Rapat
Anda punya janji rapat menunggu? Cobalah untuk membuat otak terjaga dengan secara aktif berpartisipasi dalam pembicaraan. Terlepas dari rasa lelah yang mungkin dirasakan, saat semua mata menatap kepada Anda, maka hal itu akan mulai memacu adrenalin dan meningkatkan energi. Jika itu bukanlah rapat atau pertemuan yang banyak percakapannya, maka cobalah tersenyum dan buat catatan, kedua hal ini akan membuat Anda tetap terjaga sementara yang lainnya bicara. Jangan pernah membiarkan diri Anda terpaku pada presentasi yang biasanya hanya akan membuat Anda mengantuk.

5. Jangan Melihat Jam
Kita tahu, hal yang paling ingin dilakukan adalah pulang dan tidur. Tapi cobalah sekuat tenaga untuk tetap di kantor ketimbang menghitung menit demi menti sampai hari berakhir. Melihat terus ke arah jam hanya akan memberikan pengalihan dan membuat manajer Anda mungkin menjadi perhatian kepada kegiatan Anda ini.

6. Semua Tentang Perilaku
Hal yang membutuhkan pemikiran tetap bisa dilakukan dengan baik bahkan jika Anda merasa lelah. Katakan pada diri sendiri kalau Anda merasa baik-baik saja. Usahakan untuk tetap fokus dan tidak mendengarkan atau terpengaruh omongan rekan kerja tentang kelelahan Anda.

DEWI RETNO

Sumber: http://www.tempo.co/

Bagaimana Membangun Hubungan Effektif di Dunia Kerja?

Dalam proses kegiatan kami sebagai konsultan leadership, kami menemukan pembelajaran berharga dari dinamika hubungan kerja. Salah satu penyebab adalah hilangnya ‘kemauan’ dan ‘kemampuan’ untuk bekerja sama dalam tim. Roh penting dalam team work adalah ‘kemauan’ untuk saling mendengar, karena itulah, ‘kemampuan’  mendengarkan menjadi skill yang sangat dibutuhkan dalam semua bentuk hubungan baik.

Tetapi, para Leader juga menemukan, bahwa ‘kemauan dan kemampuan mendengar’ itu selalu menjadi kendala besar demi menciptakan team kerja yang efektif. Tim kerja hanya bisa berfungsi optimal bila ada kerja sama dari anggota-anggotanya. Anda mengetahui bahwa organisasi yang tidak efektif bisa membuat
seluruh stake holder frustasi dan bahkan menyedot terlalu banyak energi hanya sekedar untuk menghadapi konflik-konflik internal.

Sebagai Leader, Anda perlu memahami apa yang diinginkan oleh anggota dan mengapa mereka mengiginkan itu. Dengan pemahaman ini,  Anda akan menemukan cara untuk membentuk hubungan-hubungan baik itu. Hubungan-hubungan dalam dunia kerja adalah jejaring, bukannya tunggal. Karena itulah membutuhkan semua pihak untuk bersama-sama melakukan hal-hal yang baik. Apa yang bisa membuat hubungan-hubungan itu menjadi lebih baik adalah dengan adanya sikap-sikap positif, kooperatif dan saling menghargai. Kerangka sikap ini musti dilandasi untuk mencapai satu tujuan yang sama. Inilah yang membutuhkan hubungan-hubungan efektif yang berdasarkan pada kesepemahaman bersama.

Hubungan yang berkualitas bagus membuat setiap orang bahagia. Benarkan? Mungkin Anda pernah menemukan banyak orang bahagia meskipun mereka hidup kekurangan. Mereka tetap menikmati hidup bahagia karena mereka berbagi kehidupan bersama-sama, dan itu membuat mereka kuat. Kebahagiaan bisa
muncul dalam situasi apapun, kecuali jika hubungan-hubungan antar pribadi jelek.

Bagaimana mewujudkannya?

Dalam hubungan yang efektif, pihak-pihak saling memahami posisi dan perasaan masing-masing. Cara paling mudah untuk memahami orang lain adalah mengerti apa hal-hal yang penting bagi orang lain itu. Untuk mengerti apa yang penting bagi mereka adalah bertanya. Setelah bertanya, Anda harus mampu ’mendengar’. Coba refleksikan pada diri Anda sendiri. Ketika orang lain tertarik kepada kita, kita mengerti atau merasakannya khan? Bila Anda benar-benar memunculkan rasa tertarik pada orang lain, ia juga akan mengerti dan merasakan hal yang sama.

Jika orang sedang penuh memberikan perhatian, jangan menyela, jangan canda dan sebaiknya tidak bicara tentang ‘pribadi’ orang itu. Orang akan merasa diterima daripada dinilai. ’Mendengarkan menciptakan pemahaman’. Jika  Anda memahami orang lain sepenuhnya, Anda kemudian tahu apa yang bisa dilakukan untuk menjadi lebih dekat untuk bisa bekerja sama.

Dalam hubungan-hubungan yang efektif, masing-masing pihak mengungkapkan secara terbuka posisi dan perasaan mereka. Kadangkala terjadi, kita berharap orang lain yang lebih dahulu memahami kita. Ini jelas harapan yang sangat tidak realistis.

Demi membuat hubungan efektif, kita harus memperlakukan diri kita dan orang lain dengan penuh respek. Ingat, bahwa respek adalah inti penting dari apapun orang lain dan memahami cara mereka melihat sesuatu. Menilai orang lain secara prematur adalah sebuah tindakan yang bertolak belakang dari respek. Anda bisa respek orang lain meskipun perilaku mereka tidak bisa dimengerti. Bagaimana caranya? Hargai orang lain, mulai dari, misalnya asal mereka, prestasi mereka, atau pandangan dan sikap mereka terhadap sesuatu.

Respek adalah dasar dari hubungan yang kuat, ini berarti menghargai diri Anda sendiri sebagaimana menghargai orang lain. Artinya, jika Anda menghargai diri Anda bagus, jauh lebih mudah untuk menghargai dan memperlakukan orang lain dengan bagus juga.

Kunci lain untuk membentuk hubungan efektif adalah berbesar hati menghadapi berbagai macam perbedaan. Letakkan pemahaman bahwa perbedaan antara manusia-manusia adalah sesuatu yang menarik dan alami. Mereka diciptakan berbeda-beda. Mereka dibesarkan di lingkungan yang berbeda-beda. Tidak ada dua manusia yang sama identik. Artinya, perbedaan musti disikapi secara positif.

Dengan ‘mendengarkan’ Anda bisa menemukan ‘kebenaran’ baru yang terintegrasi diantara dua perspektif yang berbeda. Bukankah, mustinya lebih menyenangkan daripada misalnya, menyingkirkan, beradu pendapat, mengeluh, atau memusuhi. Belajar menghadapi perbedaan membutuhkan waktu  dan kadangkala membuat situasi batin Anda tidak nyaman, tetapi hanya itu satu-satunya jalan untuk memahami orang lain.

Solusi musti dilakukan untuk memenangkan semua pihak. Dalam dunia kerja, tidak ada seorangpun yang bisa memenangkan dirinya sendiri. Dalam membangun hubungan kerja yang efektif, win-win solution adalah tujuan, bukan sekedar sarana. Pihak-pihak musti mendapatkan kemanfaatan dari perbedaan-perbedaan itu baru kemudian muncul kemauan bekerja sama.

Hal-hal apa yang bisa membantu ?

1. Setidaknya salah satu pihak meyakini sangat pentingnya hubungan yang efektif
Seandainya saya menilai bahwa hubungan dengan orang lain penting, maka saya akan meluangkan waktu, biaya dan energi untuk bisa memahami kebutuhan orang itu dan mengetahui apa-apa saja yang berhubungan dengannya. Jauh lebih mudah bila kedua belah pihak menilai pentingnya hubungan yang efektif, meskipun tidak harus kedua belah pihak.
Karena hanya satu pihaik yang melakukan inisiatif, apakah ini akan selalu berhasil? Jawabannya adalah tidak akan selalu berhasil, namun Anda sebagai pihak yang menilai positif dan melakukan inisiasi, selalu mendapatkan kemanfaatan bagi diri Anda sendiri.

2. Belajar mendengar tanpa prasangka
Ini akan membentuk diri Anda menguasai seni berhubungan dengan orang lain. Coba perhatikan, ketika orang lain menanggapinya dengan dingin dan penuh prasangka, ia akan segera menilai Anda sama negatifnya dengan penilaian Anda terhadap dia, bukan? Menghakimi orang lain selalu membuat jarak dan memunculkan kecurigaan.

3. Temui orang secara informal
Kebanyakan orang merasa lebih rileks dalam situasi informal. Ini akan jauh lebih efektif untuk tujuan membangun hubungan yang lebih erat. Suasana informal akan menciptakan suasana nyaman sehingga masing-masing pihak bisa bebas untuk mengemukakan hal-hal penting untuk mereka.

4. Suasana
Manusia-manusia saling berhubungan dengan berbagi ide dan perasaan. Ketika memunculkan kebahagiaan atau kesedihan, bukankah Anda lebih merasa lebih terhubung dengan orang lain. Anda  tidak akan bisa mengungkapkan hal-hal itu kepada orang lain yang tidak Anda kenal bukan? Ada kesempatan untuk memunculkan suasana positif dalam berhubungan dengan orang lain. Hal ini juga dengan hubungan efektif musti diciptakan demi munculnya komitmen pencapaian bersama.

Change yourself, change others!

First thing first, Leader perlu melakukan diagnosa awal untuk mengetahui bentuk-bentuk hubungan yang tidak efektif. bila diagnosa hubungan dalam kelompok kerja negatif, maka bisa dilakukan pencermatan,
apakah hubungan tidak efektif itu terjadi pada hubungan antar dua manusia, hubungan antara manusia dalam kelompok, hubungan antar kelompok dan hubungan dalam seluruh organisasi. Dengan pengelompokan ini akan membantu untuk melakukan serangkaian tindakan atau program untuk perbaikan.

Seandainya terjadi hubungan tidak efektif diantara dua orang, para Leader bisa melakukan teraphy dengan metode pembelajaran ‘active listening’, atau dengan bergiliran saling membantu dan atau menawarkan bantuan. Letakan dua orang atau lebih yang bermasalah tersebut dalam satu acara informal. Fokuskan perhatian pada dinamika komunikasi mereka.

Jika hubungan tidak efektif terjadi antara orang dengan kelompok atau antar kelompok, Leader perlu melakukan metode bermain peran. Leader sebaiknya memposisikan diri sebagai coach dan trainer untuk mencairkan hubungan itu. Baru kemudian melakukan suatu perbaikan dan penguatan hubungan yang sudah baik. Ini disebut dengan teknik unfreeze, move dan freeze.

Cara-cara efektif untuk membina hubungan baik dalam kelompok besar, bisa juga dilakukan dengan memperbanyak agenda rutin informal gathering. Misalnya dalam acara coffee morning. Dalam acara-acara bentukan manajemen ini, harus diupayakan agar tidak selalu pimpinan formal tertinggi yang mengambil tempat untuk berbicara. Tetapi jauh lebih baik bila para informal leader diminta turut mengemukakan pendapatnya. Bahkan, dengan teknik persuasi tertentu, informal Leader bisa seolah tanpa sengaja mengundang perwakilan dua pihak yang kurang harmonis hubungannya untuk maju kedepan dan membuat beberapa games kecil.

Dalam situasi lain, Leader sebaiknya membuat kesempatan dialog antar kelompok. Ingat, bukan diskusi melainkan dialog. Pahami bahwa diskusi menggunakan kepala, sementara dialog mengedepankan hati  dan perasaan. Leader harus meminimalisir jalannya dialog agar tidak terpancing ke arah debat yang destruktif. Ia harus bisa memainkan peran ringan, penuh canda dan asertif namun juga penuh dengan sisipan pesan-pesan moral perlunya membangun hubungan yang positif.

Dalam kesempatan lain, perlu diupayakan pelatihan team work dan team building. Manfaatkan metode outbound, demi mencairkan suasana agar para peserta lepas dari kegiatan rutin di tempat kerja. Outbound dikenal sangat effektif untuk membangun hubungan-hubungan efektif baik diantara orang-orang anggota maupun antar kelompok. Tidak sekedar memberikan pemahaman kepada seluruh anggota peserta, namun juga sekaligus menciptakan chemistry positif diantara anggota. Dan, tentu saja tidak boleh dilupakan, bahwa
metode ini mendorong peserta untuk keluar dari batasan pikiran mereka masing-masing, semacam menciptakan tantangan imaginer untuk menjawab: Kami Bisa!

Prinsip-prinsip membangun hubungan yang efektif di tempat kerja, biasanya universal. Maksudnya, bisa diterapkan dalam kehidupan pribadi ataupun dalam kehidupan pekerjaan. Tidak tergantung pada usia atau level pekerjaan mereka.

Syarat pentingnya adalah, para Leader musti mampu melihat bahwa, setiap anggota bisa dan mampu melakukan yang terbaik bagi tim kerja, kedua selalu ada jalan untuk mencapai solusi win-win. Syarat ketiga adalah, maukah para Leader memulai lebih dulu untuk merubah dirinya sendiri?

Salam leader!
DanG
Sumber: http://www.leadership-park.com/

Page 8 of 45