You are here: Artikel

Bagaimana Membangun Hubungan Effektif di Dunia Kerja?

Dalam proses kegiatan kami sebagai konsultan leadership, kami menemukan pembelajaran berharga dari dinamika hubungan kerja. Salah satu penyebab adalah hilangnya ‘kemauan’ dan ‘kemampuan’ untuk bekerja sama dalam tim. Roh penting dalam team work adalah ‘kemauan’ untuk saling mendengar, karena itulah, ‘kemampuan’  mendengarkan menjadi skill yang sangat dibutuhkan dalam semua bentuk hubungan baik.

Tetapi, para Leader juga menemukan, bahwa ‘kemauan dan kemampuan mendengar’ itu selalu menjadi kendala besar demi menciptakan team kerja yang efektif. Tim kerja hanya bisa berfungsi optimal bila ada kerja sama dari anggota-anggotanya. Anda mengetahui bahwa organisasi yang tidak efektif bisa membuat
seluruh stake holder frustasi dan bahkan menyedot terlalu banyak energi hanya sekedar untuk menghadapi konflik-konflik internal.

Sebagai Leader, Anda perlu memahami apa yang diinginkan oleh anggota dan mengapa mereka mengiginkan itu. Dengan pemahaman ini,  Anda akan menemukan cara untuk membentuk hubungan-hubungan baik itu. Hubungan-hubungan dalam dunia kerja adalah jejaring, bukannya tunggal. Karena itulah membutuhkan semua pihak untuk bersama-sama melakukan hal-hal yang baik. Apa yang bisa membuat hubungan-hubungan itu menjadi lebih baik adalah dengan adanya sikap-sikap positif, kooperatif dan saling menghargai. Kerangka sikap ini musti dilandasi untuk mencapai satu tujuan yang sama. Inilah yang membutuhkan hubungan-hubungan efektif yang berdasarkan pada kesepemahaman bersama.

Hubungan yang berkualitas bagus membuat setiap orang bahagia. Benarkan? Mungkin Anda pernah menemukan banyak orang bahagia meskipun mereka hidup kekurangan. Mereka tetap menikmati hidup bahagia karena mereka berbagi kehidupan bersama-sama, dan itu membuat mereka kuat. Kebahagiaan bisa
muncul dalam situasi apapun, kecuali jika hubungan-hubungan antar pribadi jelek.

Bagaimana mewujudkannya?

Dalam hubungan yang efektif, pihak-pihak saling memahami posisi dan perasaan masing-masing. Cara paling mudah untuk memahami orang lain adalah mengerti apa hal-hal yang penting bagi orang lain itu. Untuk mengerti apa yang penting bagi mereka adalah bertanya. Setelah bertanya, Anda harus mampu ’mendengar’. Coba refleksikan pada diri Anda sendiri. Ketika orang lain tertarik kepada kita, kita mengerti atau merasakannya khan? Bila Anda benar-benar memunculkan rasa tertarik pada orang lain, ia juga akan mengerti dan merasakan hal yang sama.

Jika orang sedang penuh memberikan perhatian, jangan menyela, jangan canda dan sebaiknya tidak bicara tentang ‘pribadi’ orang itu. Orang akan merasa diterima daripada dinilai. ’Mendengarkan menciptakan pemahaman’. Jika  Anda memahami orang lain sepenuhnya, Anda kemudian tahu apa yang bisa dilakukan untuk menjadi lebih dekat untuk bisa bekerja sama.

Dalam hubungan-hubungan yang efektif, masing-masing pihak mengungkapkan secara terbuka posisi dan perasaan mereka. Kadangkala terjadi, kita berharap orang lain yang lebih dahulu memahami kita. Ini jelas harapan yang sangat tidak realistis.

Demi membuat hubungan efektif, kita harus memperlakukan diri kita dan orang lain dengan penuh respek. Ingat, bahwa respek adalah inti penting dari apapun orang lain dan memahami cara mereka melihat sesuatu. Menilai orang lain secara prematur adalah sebuah tindakan yang bertolak belakang dari respek. Anda bisa respek orang lain meskipun perilaku mereka tidak bisa dimengerti. Bagaimana caranya? Hargai orang lain, mulai dari, misalnya asal mereka, prestasi mereka, atau pandangan dan sikap mereka terhadap sesuatu.

Respek adalah dasar dari hubungan yang kuat, ini berarti menghargai diri Anda sendiri sebagaimana menghargai orang lain. Artinya, jika Anda menghargai diri Anda bagus, jauh lebih mudah untuk menghargai dan memperlakukan orang lain dengan bagus juga.

Kunci lain untuk membentuk hubungan efektif adalah berbesar hati menghadapi berbagai macam perbedaan. Letakkan pemahaman bahwa perbedaan antara manusia-manusia adalah sesuatu yang menarik dan alami. Mereka diciptakan berbeda-beda. Mereka dibesarkan di lingkungan yang berbeda-beda. Tidak ada dua manusia yang sama identik. Artinya, perbedaan musti disikapi secara positif.

Dengan ‘mendengarkan’ Anda bisa menemukan ‘kebenaran’ baru yang terintegrasi diantara dua perspektif yang berbeda. Bukankah, mustinya lebih menyenangkan daripada misalnya, menyingkirkan, beradu pendapat, mengeluh, atau memusuhi. Belajar menghadapi perbedaan membutuhkan waktu  dan kadangkala membuat situasi batin Anda tidak nyaman, tetapi hanya itu satu-satunya jalan untuk memahami orang lain.

Solusi musti dilakukan untuk memenangkan semua pihak. Dalam dunia kerja, tidak ada seorangpun yang bisa memenangkan dirinya sendiri. Dalam membangun hubungan kerja yang efektif, win-win solution adalah tujuan, bukan sekedar sarana. Pihak-pihak musti mendapatkan kemanfaatan dari perbedaan-perbedaan itu baru kemudian muncul kemauan bekerja sama.

Hal-hal apa yang bisa membantu ?

1. Setidaknya salah satu pihak meyakini sangat pentingnya hubungan yang efektif
Seandainya saya menilai bahwa hubungan dengan orang lain penting, maka saya akan meluangkan waktu, biaya dan energi untuk bisa memahami kebutuhan orang itu dan mengetahui apa-apa saja yang berhubungan dengannya. Jauh lebih mudah bila kedua belah pihak menilai pentingnya hubungan yang efektif, meskipun tidak harus kedua belah pihak.
Karena hanya satu pihaik yang melakukan inisiatif, apakah ini akan selalu berhasil? Jawabannya adalah tidak akan selalu berhasil, namun Anda sebagai pihak yang menilai positif dan melakukan inisiasi, selalu mendapatkan kemanfaatan bagi diri Anda sendiri.

2. Belajar mendengar tanpa prasangka
Ini akan membentuk diri Anda menguasai seni berhubungan dengan orang lain. Coba perhatikan, ketika orang lain menanggapinya dengan dingin dan penuh prasangka, ia akan segera menilai Anda sama negatifnya dengan penilaian Anda terhadap dia, bukan? Menghakimi orang lain selalu membuat jarak dan memunculkan kecurigaan.

3. Temui orang secara informal
Kebanyakan orang merasa lebih rileks dalam situasi informal. Ini akan jauh lebih efektif untuk tujuan membangun hubungan yang lebih erat. Suasana informal akan menciptakan suasana nyaman sehingga masing-masing pihak bisa bebas untuk mengemukakan hal-hal penting untuk mereka.

4. Suasana
Manusia-manusia saling berhubungan dengan berbagi ide dan perasaan. Ketika memunculkan kebahagiaan atau kesedihan, bukankah Anda lebih merasa lebih terhubung dengan orang lain. Anda  tidak akan bisa mengungkapkan hal-hal itu kepada orang lain yang tidak Anda kenal bukan? Ada kesempatan untuk memunculkan suasana positif dalam berhubungan dengan orang lain. Hal ini juga dengan hubungan efektif musti diciptakan demi munculnya komitmen pencapaian bersama.

Change yourself, change others!

First thing first, Leader perlu melakukan diagnosa awal untuk mengetahui bentuk-bentuk hubungan yang tidak efektif. bila diagnosa hubungan dalam kelompok kerja negatif, maka bisa dilakukan pencermatan,
apakah hubungan tidak efektif itu terjadi pada hubungan antar dua manusia, hubungan antara manusia dalam kelompok, hubungan antar kelompok dan hubungan dalam seluruh organisasi. Dengan pengelompokan ini akan membantu untuk melakukan serangkaian tindakan atau program untuk perbaikan.

Seandainya terjadi hubungan tidak efektif diantara dua orang, para Leader bisa melakukan teraphy dengan metode pembelajaran ‘active listening’, atau dengan bergiliran saling membantu dan atau menawarkan bantuan. Letakan dua orang atau lebih yang bermasalah tersebut dalam satu acara informal. Fokuskan perhatian pada dinamika komunikasi mereka.

Jika hubungan tidak efektif terjadi antara orang dengan kelompok atau antar kelompok, Leader perlu melakukan metode bermain peran. Leader sebaiknya memposisikan diri sebagai coach dan trainer untuk mencairkan hubungan itu. Baru kemudian melakukan suatu perbaikan dan penguatan hubungan yang sudah baik. Ini disebut dengan teknik unfreeze, move dan freeze.

Cara-cara efektif untuk membina hubungan baik dalam kelompok besar, bisa juga dilakukan dengan memperbanyak agenda rutin informal gathering. Misalnya dalam acara coffee morning. Dalam acara-acara bentukan manajemen ini, harus diupayakan agar tidak selalu pimpinan formal tertinggi yang mengambil tempat untuk berbicara. Tetapi jauh lebih baik bila para informal leader diminta turut mengemukakan pendapatnya. Bahkan, dengan teknik persuasi tertentu, informal Leader bisa seolah tanpa sengaja mengundang perwakilan dua pihak yang kurang harmonis hubungannya untuk maju kedepan dan membuat beberapa games kecil.

Dalam situasi lain, Leader sebaiknya membuat kesempatan dialog antar kelompok. Ingat, bukan diskusi melainkan dialog. Pahami bahwa diskusi menggunakan kepala, sementara dialog mengedepankan hati  dan perasaan. Leader harus meminimalisir jalannya dialog agar tidak terpancing ke arah debat yang destruktif. Ia harus bisa memainkan peran ringan, penuh canda dan asertif namun juga penuh dengan sisipan pesan-pesan moral perlunya membangun hubungan yang positif.

Dalam kesempatan lain, perlu diupayakan pelatihan team work dan team building. Manfaatkan metode outbound, demi mencairkan suasana agar para peserta lepas dari kegiatan rutin di tempat kerja. Outbound dikenal sangat effektif untuk membangun hubungan-hubungan efektif baik diantara orang-orang anggota maupun antar kelompok. Tidak sekedar memberikan pemahaman kepada seluruh anggota peserta, namun juga sekaligus menciptakan chemistry positif diantara anggota. Dan, tentu saja tidak boleh dilupakan, bahwa
metode ini mendorong peserta untuk keluar dari batasan pikiran mereka masing-masing, semacam menciptakan tantangan imaginer untuk menjawab: Kami Bisa!

Prinsip-prinsip membangun hubungan yang efektif di tempat kerja, biasanya universal. Maksudnya, bisa diterapkan dalam kehidupan pribadi ataupun dalam kehidupan pekerjaan. Tidak tergantung pada usia atau level pekerjaan mereka.

Syarat pentingnya adalah, para Leader musti mampu melihat bahwa, setiap anggota bisa dan mampu melakukan yang terbaik bagi tim kerja, kedua selalu ada jalan untuk mencapai solusi win-win. Syarat ketiga adalah, maukah para Leader memulai lebih dulu untuk merubah dirinya sendiri?

Salam leader!
DanG
Sumber: http://www.leadership-park.com/

10 Perbedaan Antara Mereka yang Sukses dan Mereka yang Akan Terus Biasa-Biasa Saja

1. Bagi orang biasa, orang sukses adalah mereka yang banyak harta. Bagi orang sukses, harta hanyalah alat untuk mewujudkan tujuan mereka yang sebenarnya.

Harta adalah alat, bukan tujuan via www.huffingtonpost.ca

Perbedaan antara mereka yang sukses dan mereka yang biasa-biasa saja sebenarnya sesederhana bagaimana keduanya memandang nilai uang.

Bagi orang yang biasa-biasa saja, "sukses" adalah memiliki banyak uang dan harta. Selain simpanan yang aman di berbagai bank, sukses juga berarti bisa bersekolah di sekolah elite, memiliki gadget terbaru, bisa ke luar negeri sesering mungkin, atau punya mobil lebih dari satu. Orang yang sukses adalah orang yang bisa memiliki kenikmatan-kenikmatan di atas.

Nyatanya bagi mereka yang benar-benar sudah merasakan kesuksesan, "sukses" bukanlah tentang cara mendapatkan sebanyak-banyaknya kenikmatan. Sukses adalah tentang memikirkan bagaimana cara memanfaatkan kenikmatan-kenikmatan itu untuk mewujudkan tujuan yang lebih besar lagi. Ya, orang sukses tidak akan puas hanya bisa bersekolah di tempat baik, memiliki gawai yang canggih, atau pergi ke luar negeri. Lebih dari itu, mereka juga akan memikirkan cara terbaik untuk mengaplikasikan ilmu yang sudah mereka dapat di sekolah ke masyarakat. Mereka mengambil pelajaran hidup terbaik dari perjalanan-perjalanan mereka ke luar negeri, dan menjadi pribadi yang lebih rendah hati. Prinsip mereka, kenikmatan-kenikmatan itu hanyalah alat untuk memiliki hidup yang lebih bermakna. Karena menghidupi makna adalah kesuksesan yang sebenarnya.

2. Orang yang sukses dalam arti nyata tak akan lupa bahwa hidup tidak hanya berisi kerja. Pada hal-hal penting lainnya, mereka setia.

Bukan hanya kerja via www.businessinsider.co.id

Mereka tak mengorbankan kehidupan pribadi mereka. Alih-alih terus bekerja dan berusaha, mereka juga ingat akan keluarga, sahabat, dan Tuhannya. Mereka yang 'kurang sukses' biasanya tak mengindahkan bagian ini.

Ketika banyak orang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang tanpa memperhatikan kehidupan pribadi, mereka justru sadar bahwa untuk mendapatkan kesuksesan yang sesungguhnya, mereka juga harus menjaga kehidupan pribadi mereka sendiri, baik dari segi fisik, mental, dan spiritual.

3. Membicarakan keburukan orang tidaklah menarik mereka. Orang sekitar justru dijadikan inspirasi yang mesti dihormati.

Tak mudah bergunjing via www.stylesaint.com

Orang-orang yang sukses memperlakukan orang lain dengan sangat hormat, dan menghargai setiap perbedaan dan karakter masing-masing individu. Mereka tak akan pernah tertangkap basah memulai percakapan dengan kalimat:

"Tahu nggak, tadi tuh si X..."

Bagi mereka, orang lain itu ada bukan untuk dibicarakan keburukannya. Orang lain ada untuk menawarkan pelajaran dan inspirasi kepada kita. Bukannya mencari celah buruk orang sekitar, orang-orang yang benar-benar sukses justru memperlakukan mereka dengan penuh penghargaan. Ini karena mereka tahu, dari mana saja mereka bisa belajar.

4. Mereka tak hanya bekerja keras, namun juga bekerja cerdas. Hak tubuh untuk beristirahat selalu mereka bayar lunas.

mereka punya waktu istirahat yang cukup via pixgood.com

Selama ini, kita selalu diajarkan untuk bekerja keras. Mengorbankan reuni dengan teman lama, waktu luang di akhir pekan, hingga waktu tidur malam agar bisa menghasilkan karya terbaik yang bisa ada. Menunda kesenangan-kesenangan pribadi agar bisa lebih berkonsentrasi meraih ambisi.

Kita lupa bahwa yang tak kalah pentingnya dari bekerja keras adalah bekerja cerdas. Mengetahui ritme kerja tubuh, memaksimalkan kapasitas otak, menghindari distraksi. Dengan ini, kita tak perlu mengorbankan banyak waktu luang demi target-target pekerjaan. Kita pun tak perlu menggunakan waktu istirahat untuk bekerja.

Karena istirahat adalah hak setiap manusia. Dengan istirahat, tubuh serta pikiran kita akan menjadi segar dan siap untuk menghadapi segala tantangan. Jika kita memaksa untuk bekerja secara terus-menerus, kita tak akan memiliki waktu untuk berpikir jernih. Lagipula, apa kita mau menghabiskan masa muda hanya untuk bekerja, sebelum tiba-tiba menjadi tua lalu meninggal dunia?

5. Kesuksesan tak pernah datang sekejap mata. Ia baru mau mengetuk pintu setelah mencium bau darah dan keringatmu.

Kesuksesan tak datang sekejap mata

Bahkan segala macam ketakutan dan kekhawatiran mengenai masa depan selalu mewarnai langkah manusia. Maka tak jarang banyak orang yang menghalalkan segala cara demi mendapatkan keinginan mereka. Berbuat curang, korupsi, mengambil yang bukan haknya, menipu, adalah contoh yang sering temui di masyarakat. Alih-alih tergiur dengan keuntungan instan, orang-orang sukses justru tetap berpegang teguh pada prinsip mereka.

6. Ilmu adalah kue manis yang harus dibagi-bagi. Bagi orang-orang yang benar-benar sukses, percuma punya makanan enak kalau harus dihabiskan sendiri.

Almarhum Bob Sadino, tak pernah pelit ilmu via gastronomy-aficionado.com

Mungkin di dunia ini kita akan sering dihadapkan pada orang yang enggan membagi ilmunya. Baik di teman kampus maupun teman kantor, ada saja yang tidak mau membagi pengetahuaanya kepada para junior. Mungkin karena alasan tidak mau disaingi, atau tak ingin jabatannya diambil oleh mereka yang lebih berkompeten. Tipe-tipe orang yang seperti ini biasanya adalah orang yang malas, dan tak mau pindah dari zona nyamannya.

Orang yang sangat sukses justru sadar bahwa membagi ilmunya kepada orang lain justru akan sangat bermanfaat bagi tujuan-tujuan mereka. Mereka sadar bahwa generasi muda-lah yang akan menjadi penerus.

7. Orang sukses dan orang biasa sama-sama pernah terpuruk gagal. Namun, orang sukses tak pernah kehilangan rasa percaya pada rencana Tuhan.

Sama-sama pernah terpuruk dan gagal via inanutshell.ca

Meski telah diterpa dengan berbagai macam cobaan, mereka tetap tegar dan berusaha untuk bangkit lagi. Tak ada kata menyerah dan putus asa di dalam kamus mereka. Cobalah kalian lihat sendiri, adakah orang sukses yang dalam perjalanannya sama sekali tak menemui kegagalan? Kamu bahkan akan terkejut jika menemukan fakta bahwa orang-orang yang paling sukses justru lebih banyak mengalami hal buruk dibanding mereka yang 'kurang sukses'.

Yang membedakan mereka adalah kepercayaan yang tak pernah pudar pada rencana Tuhan. Ketika terpuruk karena kegagalan dan bahkan hampir mencapai kebangkrutan, mereka tidak mengkhianati nilai-nilai kegigihan yang selama ini mereka percaya. Bagi mereka, ini hanyalah cara Tuhan menyuruh mereka mempersiapkan diri sebelum menjemput rezeki yang lebih besar lagi. Karena Tuhan adalah satu-satunya dzat yang tak pernah mengkhianati perkataan-Nya sendiri.

8. Mereka tak merasa paling pintar meski gemar berbagi ilmu. Justru, merekalah yang paling mudah mengaku tidak tahu.

Mereka tahu mereka tidak tahu via 8tracks.com

Daripada menebak-nebak dengan jawaban yang klise dan terkesan dibuat-buat, mereka lebih memilih untuk mengatakan bahawa mereka memang tidak tahu. Mereka berhati-hati, dan lebih memilih untuk meminta saran atau nasehat kepada orang yang lebih ahli untuk menghindari kesalahpahaman dan keputusan yang salah.

9. Mereka pun sadar bahwa kebahagiaan itu nyata hanya jika bisa dibagi.

Berbagi kepada sesama via mcgrawhillfinancial.tumblr.com

Apalah arti hidup ini jika kita hanya menikmati nikmat yang didapat seorang diri. Dengan berbagi kepada orang lain menunjukkan bahwa kita peduli, kita sadar bahwa kita tak dapat hidup tanpa bantuan orang lain, dan yang lebih penting adalah kita dapat berbagi secuil kebahagiaan kepada mereka yang lebih membutuhkan. Bukankah sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain?

10. Alih-alih membenci dan sibuk berkompetisi, mereka belajar untuk mencintai. Bahkan jika itu musuhnya sendiri.

Cintai musuhmu via www.gcurley.info

"Musuh yang pintar lebih baik daripada teman yang bodoh."
Pepatah Arab

Mereka sadar, dengan membenci musuh-musuh atau saingan mereka, akan mengakibatkan rasa sakit di dalam hati yang bahkan bisa berimplikasi kepada kebencian dan rasa khawatir yang berlebih. Daripada membenci, toh lebih baik saling bekerja sama untuk mendapatkan tujuan yang ingin dicapai. Bahkan kekuatan dan keberanian yang sebenarnya adalah bagaimana caranya mencintai mereka yang tak mudah untuk dicintai.

Nah, sudahkah kalian mempraktikkan salah satu dari sifat-sifat orang sukses diatas? Jika belum, Hipwee sarankan mulai sekarang untuk segera mempraktikkan beberapa diantaranya. Good luck!

Posted by: Dwika Sudrajat < This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it >

Sumber: This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

10 Hal Sederhana yang Bisa Kamu Lakukan Untuk Membuat Dunia Lebih Baik Secara Instan

10 Hal Sederhana yang Bisa Kamu Lakukan Untuk Membuat Dunia Lebih Baik Secara Instan

Kamu selalu membayangkan seandainya dunia bisa menjadi tempat yang lebih baik. Tapi, kamu sendiri merasa bahwa kamu terlalu kecil untuk bisa membuat perubahan. Padahal sebenarnya kamu punya potensi besar untuk itu lho. Hanya saja, kamu gak menyadarinya.
Melakukan hal-hal remeh tapi penting di bawah ini udah bisa untuk mengubah dunia menjadi lebih baik kok. Setidaknya, duniamu dan orang-orang di sekelilingmu.

1. Tersenyumlah selebar yang kamu bisa. Memang tak membuat masalah langsung pecah, namun kamu akan lebih ringan dalam melangkah.

Sebuah senyuman bisa membuat banyak perbedaan lho!
Tersenyum bisa mencairkan suasana yang kaku serta memberikan semangat positif. Bahkan, kita dianjurkan untuk tersenyum sebelum mengangkat telepon, karena senyum gak hanya berlaku saat tatap muka aja. Setiap orang tentunya ingin merasa bahagia, dan kamu bisa memberikan dan menularkan kebahagiaan itu lewat sebuah gestur sederhana, yaitu tersenyum. Toh senyum itu gratis kan? Bahkan jika kamu lagi merasa muram, tersenyum bisa jadi solusi yang mudah.

2. Patri dalam kepala bahwa kita hanya memiliki satu mulut saja, namun punya dua telinga

Dengarkanlah!
Kita dianugerahi sebuah mulut dan sepasang telinga. Kenapa? Tentunya agar kita lebih banyak mendengarkan dibanding bicara. Sayangnya, kadang kita merasa enggan untuk menjadi pendengar yang baik, jadinya masuk telinga kiri keluar telinga kanan.
Mendengarkan dengan seksama akan membuat orang lain merasa dihargai, dan kamu pun bisa menyerap informasi dengan lebih baik. Tinggalkan sejenak aktivitas dan lamunanmu, fokus pada orang yang mengajakmu bicara. Lalu berikan tanggapan yang sesuai. Ini bisa membuat banyak perbedaan lho.
Kita pasti ingin didengar: kita punya kisah untuk diceritakan dan kita ingin dimengerti. Mendengarkan bisa menjadi jembatan yang baik untuk memahami orang lain.

3. Tingkah laku jorok haram hukumnya. Kamu dan orang lain akan lebih nyaman jika kebersihan dan kerapian tempat tinggalmu terjaga.

Ringan tanganlah untuk bersih-bersih!
Tempat yang bersih itu enak dilihat, bikin perasaan dan pikiran lebih nyaman. Maka, bikin tempat tinggalmu dan sekelilingmu selalu bersih dan rapi. Melakukan ini menunjukkan kalo kamu peduli sama lingkunganmu dan kamu juga bisa menjadi contoh yang baik buat orang lain.
Jangan ragu buat membuang sampah yang kamu temukan pada tempat yang seharusnya. Saat temanmu mengadakan acara, gak ada salahnya mengulurkan bantuan, temanmu pasti bakal merasa tertolong banget deh.

4. Kamu sampai lebih dulu di depan pintu? Buka pintu itu dan biarkan orang di belakangmu masuk lebih dulu

Hidup di kota yang apa-apa serba cepat bikin kita jadi serba terburu-buru dan terlalu mementingkan diri sendiri. Gak ada salahnya meluangkan waktu sesaat untuk membukakan atau menahan pintu buat orang lain ketika kebetulan kamu sedang berjalan masuk atau keluar ruangan. Sikap sederhana ini akan membuat orang lain merasa dihargai dan berterima kasih.

5. Traktir teman kantormu, teman sekelas, atau bahkan orang yang sama sekali nggak kamu kenal!

Kalo kamu punya rezeki lebih, gak ada salahnya berbuat kebaikan dengan mentraktir seseorang, baik itu temanmu sendiri atau bahkan orang yang sama sekali gak kamu kenal. Dengan melakukan hal semacam ini, bukan gak mungkin orang-orang yang menerima kebaikanmu akan meneruskannya ke orang lain, menjadikannya seuntai rantai kebaikan yang diulurkan dari satu orang ke orang lainnya.
Dengan sendirinya dunia bakal menjadi lebih baik, kan? Yang harus kamu lakukan hanya memulainya.

6. Ucapkan "tolong" dan "terima kasih": terutama pada mereka yang berhak namun jarang mendapatkannya

Meengucapkan "tolong" dan "terima kasih"!
Mengucapkan dua kata ajaib ini memang udah sepatutnya dilakukan. Tapi, ternyata kadang kita melewatkannya, terutama ketika kita tengah menerima pelayanan atau memberikan perintah, terutama ketika itu menjadi pekerjaan mereka.
Jangan lupa mengucapkan terima kasih ketika kita sudah dilayani dengan baik oleh kasir, misalnya, meskipun memang kewajiban mereka untuk melayani kita. Atau mengatakan "tolong" kepada OB saat memintanya membuatkan kita kopi. Hal remeh ini bisa membuat mereka merasa dihargai.

7. Hentikan broadcast message — ketik atau tuliskan ucapan personal untuk orang-orang yang kamu kenal

Saat hari raya, udah jadi hal yang lumrah untuk memberi ucapan lewat pesan singkat. Tapi, budaya mengirimkan pesan massal berupa template kepada teman dan kolega kita yang kini marak terjadi membuat segala sesuatu terasa hambar.
Coba deh kamu bayangin gimana rasanya dapat broadcast BBM atau SMS ucapan selamat hari raya yang isinya cuma template tanpa menyebutkan nama orang yang dituju: rasanya gak spesial 'kan? Padahal, kini kita gak perlu jauh-jauh datang ke rumah para relasi kita untuk memberi ucapan satu persatu. Jadi, gak usah pake alasan capek atau repot.
Ngasih ucapan yang mencatumkan nama orang yang dituju akan membuat pesan kamu terasa personal dan spesial, dan tentunya bikin orang yang menerimanya merasa senang karena merasa diingat olehmu.

8. Jadilah matahari yang menyemangati dan angin yang menyegarkan untuk mereka yang spesial bagimu

Menyemangati orang lain misalnya.
Hal terbaik yang bisa kamu berikan kepada seseorang adalah semangat, karena gak banyak orang yang memperoleh semangat dari orang-orang di sekelilingnya untuk bisa menunjukkan potensi terbaik mereka. Kalo aja semua orang bisa mendapat dorongan yang mereka butuhkan, pasti bakal banyak genius yang lahir dari diri mereka.
Memberi semangat bisa kamu lakukan mulai dari memberikan pujian, mengatakan "kamu bisa", atau bahkan memberikan cinta. Dorongan semangat terbaik yang bisa kita berikan adalah dengan mencintai dan menerima seseorang apa adanya di segala situasi.

9. Setiap hari, berikan waktu untuk dirimu sendiri

Mungkin kedengarannya agak egois, tapi ada suatu saat di mana ketika harusnya istirahat, kamu justru bekerja keras. Padahal, kamu akan lebih produktif kalau kamu mengambil istirahat yang cukup. Berikan dirimu sendiri waktu yang cukup untuk menyeimbangkan fisik dan mentalmu, agar nantinya kamu bisa memberi lebih banyak bagi orang lain.

10. Jangan menolak rezeki. Memberi dan menerima adalah siklus alami yang patut kamu syukuri.

Kapanpun kamu bisa berbagi, berbagilah. Kebaikanmu hari ini akan dibalas dengan suatu cara, suatu hari.  Dan yang kamu beri itu gak harus selalu berupa materi, tapi juga bisa berupa ide, sikap, atau dorongan semangat. Yang gak kalah penting, kamu juga perlu menerima kebaikan dari orang lain. Dengan menerima, kamu akan merasa dihargai dan dipedulikan. Kamu juga memberi kesempatan bagi seseorang untuk menikmati rasanya memberi atau melakukan sesuatu bagi orang lain.

Membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik adalah perihal menularkan kebaikan bagi sesama dengan tetap menjadi diri sendiri. Jadi, apa kamu sudah siap untuk memulai perubahan ke arah yang lebih baik?
Posting: Dwika Sudrajat
Sumber: This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

Page 7 of 43