You are here: Artikel

Berpikir Strategis: Cara Jitu Meraih Cita-cita

Berpikir Strategis: Cara Jitu Meraih Cita-cita

Pada dasarnya, langkah-langkah untuk meraih cita-cita itu sama semuanya, apa pun cita-citanya. Langkah pertama, kamu harus tahu apakah kamu sudah memiliki semua kriteria yang diminta. Langkah ke dua, dari semua orang yang memiliki kriteria yang diminta, kamu harus menjadi orang terbaik untuk menduduki posisi yang kamu cita-citakan itu.

Misalnya, untuk mendapatkan pacar: kamu harus tahu apakah kamu sudah memenuhi semua kriteria dari “tipe calon pacar idaman” si dia yang kamu incar, dan dari semua orang yang memenuhi kriteria, apakah kamu memiliki nilai plus (lebih humoris, rumah kamu lebih dekat dengan si dia diantara kandidat yang lain atau mungkin diantara semua yang mengincar si dia, kamu yang tidak bau badan). Hal ini juga berlaku untuk cita-cita yang lebih serius, seperti, mencari pekerjaan, naik jabatan, agar perusahaan yang kamu dirikan berhasil bersaing dengan merk lainnya, mencari beasiswa ke luar negeri, dan lain-lain. Sekarang, coba kamu tuliskan dulu tiga hal ini: 1.) apakah cita-citamu? 2.) apa saja kriteria yang diperlukan untuk menggapai cita-cita ini, dan apa saja yang sudah kamu miliki? 3.) apa keunggulanmu yang membuatmu lebih baik dari pesaingmu yang memiliki cita-cita yang sama? Jika belum ada, apa yang bisa kamu lakukan untuk mengasah keunggulanmu?

Untuk menggapai semua cita-cita hidup ini, seorang konsultan bisnis handal, Erika Andersen, mengatakan bahwa kuncinya hanya satu: Strategical Thinking. Dalam bukunya, Being Strategic, Andersen (2010) mendefinisikan orang yang berpikir strategis sebagai orang yang “secara konsisten mengambil pilihan yang akan membawanya lebih dekat dengan target yang diharapkan”. Jadi, kalau kamu bercita-cita mendapatkan beasiswa, maka kamu bukan orang yang berpikir strategis jika tiap hari kamu lebih banyak bermain daripada belajar.

Masih di buku yang sama, Andersen (2010) menjabarkan langkah-langkah konkrit dalam membuat strategi dalam mengejar impianmu. Ini dia langkah-langkahnya:

Definisikan cita-citamu dengan baik. Langkah ini harus kamu ambil jika kamu masih belum tahu apa cita-citamu atau apa langkah konkrit yang harus dilakukan untuk mencapai cita-citamu. Ada tiga cara untuk mendefinisikan cita-cita dengan baik. Cara pertama adalah untuk mereka yang belum mengetahui apa cita-citamu: tanyakan pada dirimu apa yang kamu ingin dapatkan dan bagaimana cara mendapatkannya. Contohnya: kamu ingin namamu dikenal banyak orang, dan setelah melihat bakatmu adalah menulis, maka kamu memutuskan untuk menjadi penulis yang baik.

Cara kedua adalah bagi kamu yang sudah tahu cita-citamu (target), tapi belum mengetahui langkah konkritnya, yaitu: dengan memeriksa elemen apa yang belum bekerja dalam usahamu mencapai cita-cita. Misalnya, kamu adalah kepala dari departemen sales yang belum mencapai target penjualan di tahun ini. Sebelum membuat strategi apa-apa, ada baiknya kamu mencoba melihat apa yang salah dari proses kerjamu selama ini. Apakah kesalahan terletak pada tim sales-mu yang kurang ramah? Atau mungkin penyebaran informasi produk yang kurang luas? Atau jangan-jangan ada kekurangan pada produk yang kamu jual sehingga konsumen tidak merekomendasikannya ke teman mereka?

Setelah kamu memilih salah satu cara di atas, tutuplah pendefinisian cita-citamu dengan pertanyaan ini: seperti apakah rasanya saat saya sukses? Pertanyaan ini akan membuatmu fokus ke satu arah tertentu. Contohnya, jika seorang dokter mendefinisikan sukses sebagai “memiliki banyak uang”, maka langkah yang akan dia rencanakan adalah mencari rumah sakit terkenal untuk berpraktek. Tapi jika definisi sukses dokter tersebut adalah “membantu sebanyak-banyaknya orang yang tidak mampu”, maka salah satu langkah menuju kesuksesan adalah dengan me-riset daerah yang masih tertinggal dan membutuhkan tenaga medis.

Seperti apa situasi yang kamu hadapi saat ini? Langkah berikutnya adalah melihat apa “modal” yang kamu miliki saat ini. Dengan mengetahui kekuatan dan kekuranganmu, kamu bisa tahu “modal” apa yang bisa kamu andalkan dan pada bagian mana kamu harus melakukan perbaikan. Caranya, tuliskan sebanyak-banyaknya kekuatan dan kelemahanmu yang berhubungan dengan definisi suksesmu. Pada bagian kelemahanmu, berikan catatan bagaimana cara untuk melakukan perbaikan. Langkah ini cukup mudah tapi harus dilakukan dengan hati-hati. Ingatlah terus untuk tidak mencatat hal yang tidak terlalu berhubungan dengan cita-citamu, misalnya, tidak akrabnya kamu dengan atasan sebagai “kelemahan” dalam mengejar cita-cita untuk naik jabatan. Jika terlalu fokus kepada hal yang tidak terlalu berhubungan seperti ini, hal-hal yang lebih krusial seperti, kurang mampunya kamu berbicara di depan umum, manajemen waktu yang masih berantakan dan kelemahan lain yang berhubungan dengan skill-mu justru akan kamu lewatkan.

Ada tiga hal yang harus diperhatikan saat membuat daftar SWOT (strength, weaknesses, opportunity dan threat). Pertama, kamu harus melakukannya dengan objektif. Maksudnya, banyak orang yang melewatkan fakta-fakta yang tak dia sukai mengenai dirinya karena membuat dia tidak nyaman. Untuk jangka pendek, penyangkalan ini akan membuat hidup lebih mudah. Tapi untuk jangka panjangnya, justru penyangkalan ini akan merugikan karena kita tidak berkesempatan untuk memperbaiki diri.

Kedua, sering-seringlah mengubah perspektifmu dalam membuat SWOT untuk mendapatkan insight yang beragam. Misalnya, kekuatanmu dalam public speaking mungkin akan dipersepsi sebagai kesombongan oleh orang lain jika terlalu kamu umbar. Ketiga, utamakan kekuatan dan kelemahan yang lebih berpengaruh dengan cita-citamu. Contohnya pada saat kamu ingin mendapatkan nilai yang baik di sekolah, daripada fokus pada kelemahanmu yang tidak terlalu berpengaruh seperti tidak punya pacar untuk memotivasimu, lebih baik kamu mengutamakan untuk menghadapi kelemahanmu dalam memahami suatu teori yang diajarkan.

Langkah ketiga adalah menentukan target. Setelah mendefinisikan cita-citamu dan melihat situasimu saat ini, akan terlihatlah jarak antara posisimu saat ini dan kesuksesan di masa depan. Karena itu, kamu harus mulai menentukan target-target untuk mencapai kesuksesan. Contohnya, untuk menjadi psikolog handal, kamu harus masuk ke universitas yang baik, lulus program sarjana psikologi, lulus program profesi psikologi, mengasah kemampuan dengan bergabung dengan lembaga psikologi dan seterusnya. Tentukan juga waktu yang kamu berikan bagi dirimu untuk mengejar target tersebut.

Ada dua hal yang harus kamu perhatikan pada fase ini. Yang pertama adalah, bagaimana realita yang memengaruhimu dalam mengejar target. Contohnya, apakah kamu memiliki uang untuk mengikuti program profesi psikolog setelah lulus sarjana? Jika belum, maka kamu harus memasukkan target “menabung untuk kuliah program profesi psikolog” pada titik setelah lulus sarjana. Yang kedua adalah, jangan sampai target yang kamu buat terlalu mudah, karena pergerakanmu mengejar cita-cita akan menjadi sangat lambat.

Langkah berikutnya adalah membuat list penghalang cita-citamu. Langkah ini mungkin terasa seperti pengulangan pada saat kamu membuat daftar kelemahanmu. Tapi, selain kelemahanmu, ada banyak penghalang lain yang sifatnya eksternal, seperti kondisi finansial, kualitas dari lembaga yang akan membantumu mengejar cita-cita, kondisi persaingan di lapangan dan lain-lain. Dengan membuat gambaran lengkap penghalang, kamu bisa memprioritaskan mana hal yang harus kamu dahulukan dan mana yang bisa diselesaikan nanti saja.

Sekarang, setelah kamu menentukan target, mengetahui kelebihan dan kekuranganmu, kamu bisa mulai untuk membuat rencana “perjalanan”-mu dalam mengejar cita-cita. Sesuai dengan peribahasa “banyak jalan menuju Roma”, kamu juga harus membuat banyak alternatif untuk mengejar target.

Misalnya, jika kamu ingin menyelesaikan program master (S2) tetapi memiliki penghalang keterbatasan finansial, kamu bisa membuat beberapa “rencana perjalanan”: mencari beasiswa, bekerja dulu sebelum melanjutkan sekolah atau bekerja sambil sekolah. Dengan berdasarkan pada data yang kamu buat pada langkah sebelumnya, niscaya “rencana perjalanan”-mu akan lebih masuk akal dan sesuai dengan kondisimu sekarang.

Memilih strategi. Sudah menemukan jalan terbaik untuk mengejar cita-citamu? Sekarang saatnya membuat strategi untuk mengoptimalkan kekuatanmu dan untuk mengalahkan kekuranganmu. Tiga hal penting yang harus diingat saat membuat strategi: feasibility, impact dan waktu.

Feasibility maksudnya adalah “Apakah kamu benar-benar mampu melakukan strategi itu? Apakah kamu memiliki kemampuan yang dibutuhkan, waktu, dukungan dari orang-orang yang memiliki andil dalam hal tersebut, dana, dan lain-lain?” Jika kamu memilih strategi yang tidak feasible, yang terjadi adalah perasaan tertekan karena tidak dapat menjalankannya. Impact, pilihlah strategi yang memberikan hasil yang paling maksimal dengan usaha yang kita buat. Misalnya, bagi seorang manajer pemasaran yang akan memasarkan suatu barang, daripada dia membayar orang untuk menyebarkan brosur di jalan, lebih baik uangnya ia pakai untuk menyewa stand di tempat keramaian. Hal penting terakhir adalah waktu untuk melakukan strategi tersebut. Apakah strategi tersebut harus dilakukan terlebih dahulu atau bisa diletakkan di belakang? Apakah strategi tersebut akan “basi” jika tidak dilakukan sekarang, atau masih akan memberi impact jika dilakukan nanti?

Evaluasi. Hal berikutnya yang harus kamu lakukan adalah mulai menjalankan strategi yang sudah kamu miliki. Setelah selang beberapa waktu, kamu harus berhenti dan mengevaluasi proses pengejaran cita-cita yang sudah kamu lakukan. Lihatlah strategi apa yang berhasil, dan mana yang tidak. Lihat juga penghalang mana yang sudah berhasil ditaklukkan dan belum, serta apa alasan yang membuatnya menjadi seperti itu. Lihat juga kekuatan yang kamu miliki, apakah sudah dipakai dengan optimal, belum optimal, atau justru sudah mulai kelelahan? Semua jawaban dari evaluasi ini dapat dipakai untuk memperbaiki dan mempertajam strategi yang kamu punya.

Bagaimana? Sudah siap membuat rencana dalam mengejar cita-cita? Kamu juga bisa menuliskan cita-cita dan strategimu di bagian comment dan Ruang Psikologi akan mencoba memberi masukan bagi rencanamu sejauh ini. Selamat mengejar cita-cita!

Tips Keamanan Dan Keselamatan Bekerja Dengan Listrik

Berbagai peralatan yang digerakkan oleh tenaga listrik atau tekanan udara,kecelakaan bisa diakibatkan karena sentuhan atau akibat kelalaian dalam bekerja dengan peralatan listrik. Hal ini dapat dipahami karena biasanya alat-alat tersebut memiliki kapasitas yang besar,baik berupa putaran maupun tekanan. Oleh karena itu, sangat berbahaya jika kita kurang memahami ketentuan tentang keselamatan kerja.

Nah…berikut ada tips keamanan dan keselamatan bekerja dengan listrik untuk menghindari kecelakaan dan resiko lainnya.

1. Kenalilah peralatan dan jangan coba-coba
Jangan menggunakan peralatan yang digerakkan oleh tenaga listrik atau tekanan udara bila belum tau/paham, karena akan membahayakan jiwa atau barang.

2. Yakin bahwa peralatan bekerja baik
Peralatan akan bekerja baik apabila dirawat.kabel yang terkelupas dapat menyebabkan hubungan pendek atau kebakaran (hubungan singkat/korslet).

3. Bekerja dengan penuh perhatian
Bekerjalah dalam keadaan tenang konsentrasikan pikiran hanya untuk pekerjaan saja.

4.Menggunakan alat pelindung
Gunakan alat pelindung badan, jangan sampai terjadi kecelakaan.

5. Jangan menarik-narik kabel listrik
Bila kabel listrik pada waktu menggunakan stiker,ditarik akan mengakibatkan serabut kawat terputus.

6. Jangan bekerja seorang diri

7. Bekerjalah dengan satu tangan
Bila bekerja pada peralatan listrik tsb usahakan menggunakan satu tangan, tangan yang lain masuk ke dalam saku. Maksudnya agar bila terjadi aliran listrik pada tangan kanan,tidak mengalir ke tangan kiri lewat jantung.

8. Jangan meraba-raba peralatan yang menggunakan tegangan listrik

9. Jangan menggunakan peralatan listrik dengan peralatan yang mudah terbakar

10. Lihat prosedur pemakaian

11. Jangan memperbaiki perelatan listrik yang masih bertegangan

12. Periksa semua peralatan listrik sebelum digunakan

13. Waspadalah.

Waspadalah setiap saat merupakan kunci keamanan kerja,jangan melakukan kelalaian dalam melakukan pekerjaan.

Sumber: http://www.news.tridinamika.com/

6 Rahasia Tetap Semangat di Pagi Hari

Mungkin Anda termasuk warga pekerja yang mengikuti tren saat ini, naik komuter di awal hari untuk pergi ke kantor yang jauhnya puluhan kilometer. Seringkali, karena jenuh dan capek di jalan, ketika Senin tiba, anda tak yakin bisa melewati 8 jam kerja tanpa harus menjatuhkan kepala ke papan ketik Anda.Thedailymuse 11 Mei 2012 memberikan 6 cara alami untuk meningkatkan energi di pagi hari :

1. Bergerak
Jika Anda menemukan diri Anda tertegun di depan komputer, segera buat gerakan yang akan melancarkan peredaran darah. Berjalan menuju ke meja kerja rekan Anda atau mengelilingi kantor saat menerima telepon. Jika Anda terjebak di meja kerja, cobalah untuk melemaskan dan membebaskan lengan atau kaki Anda agar tetap terjaga.

2. Tetap Dingin
Susana hangat akan membuat Anda nyaman, tapi juga mengantuk. Sebaliknya, tubuh Anda tidak bisa merasa santai jika suasananya terlalu dingind. Solusinya adalah dengan melepaskan cardigan atau jaket penghangat Anda dan cobalah untuk mengulum es batu kecil. Rasa dingin yang ditimbulkan es akan membuat otak Anda tetap terjaga.

3. Pilih Rasa Sitrus
Minuman energi dan kopi mungkin akan memberikan Anda kafein tinggi dalam waktu sebentar, tapi beberapa jam kemudian mereka malah akan memberikan rasa kantuk. Untuk menghindari rasa lelah di sore hari, cobalah untuk minum air putih hangat dengan seiris lemon sepanjang hari. Zat besi alami yang berasal dari Lemon akan membantu Anda tetap fokus, ditambah membuang racun yang masuk di dalam tubuh.

4. Terlibat Dalam Rapat
Anda punya janji rapat menunggu? Cobalah untuk membuat otak terjaga dengan secara aktif berpartisipasi dalam pembicaraan. Terlepas dari rasa lelah yang mungkin dirasakan, saat semua mata menatap kepada Anda, maka hal itu akan mulai memacu adrenalin dan meningkatkan energi. Jika itu bukanlah rapat atau pertemuan yang banyak percakapannya, maka cobalah tersenyum dan buat catatan, kedua hal ini akan membuat Anda tetap terjaga sementara yang lainnya bicara. Jangan pernah membiarkan diri Anda terpaku pada presentasi yang biasanya hanya akan membuat Anda mengantuk.

5. Jangan Melihat Jam
Kita tahu, hal yang paling ingin dilakukan adalah pulang dan tidur. Tapi cobalah sekuat tenaga untuk tetap di kantor ketimbang menghitung menit demi menti sampai hari berakhir. Melihat terus ke arah jam hanya akan memberikan pengalihan dan membuat manajer Anda mungkin menjadi perhatian kepada kegiatan Anda ini.

6. Semua Tentang Perilaku
Hal yang membutuhkan pemikiran tetap bisa dilakukan dengan baik bahkan jika Anda merasa lelah. Katakan pada diri sendiri kalau Anda merasa baik-baik saja. Usahakan untuk tetap fokus dan tidak mendengarkan atau terpengaruh omongan rekan kerja tentang kelelahan Anda.

DEWI RETNO

Sumber: http://www.tempo.co/

Page 6 of 43