You are here: Artikel Berani Sukses Bermodal Pantang Menyerah

Berani Sukses Bermodal Pantang Menyerah

“Kesuksesan tidak datang tiba-tiba, melainkan hasil proses kerja keras yang kita lakukan saat ini.”

Itulah kata bijak yang dipercayai banyak orang ketika merintis karir di dunia bisnis. Banyak contoh orang sukses di dunia yang berhasil membangun perusahaannya menjadi besar dan kaya karena diawali sebuah mimpi. Di samping perjuangan merintis usaha dan membanting tulang agar dapat membangun kerajaan bisnis menjadi ladang penghasil uang.

Bill Gates bisa membesarkan Microsoft, Jeff Bezos berhasil membuat Amazon.com-nya menjadi perusahaan penjual buku online terbesar di dunia, Tony Fernandes sukses membangun citra Air Asia menjadi perusahaan perintis penerbangan murah, hingga Ciputra yang mampu membangun kejayaan bisnis propertinya hingga menembus Asia, adalah beberapa contoh orang sukses yang menjadi terkenal tidak secara tiba-tiba.

Mereka semua adalah pengusaha yang dulunya mempunyai mimpi dan tekad untuk bisa menjadi entrepreneur sukses seperti sekarang. Namun, semuanya itu tidak bakal terjadi jika mereka tidak berani berkhayal dan mewujudkan mimpinya tersebut menjadi kenyataan. Sehingga dapat dikatakan bahwa kumpulan entrepreneur sukses tersebut bisa mereguk kesuksesan dan menjadikan perusahaannya sebagai gurita bisnis seperti saat ini karena berhasil merealisasikan mimpinya dengan menakhlukkan dunia usaha yang menjadi tantangan.

Thomas Sugiarto, penulis buku mitivasi “Your Great Success Starts from Now!” mengatakan  seseorang harus berani bermimpi dan merealisasikan mimpi tersebut supaya bisa menjadi kenyataan ketika harus mulai menjalankan usaha yang baru dirintisnya.

Menurutnya, proses menuju sukses dimulai dengan konsep believing, learning, and action, yang harus diterapkan jika ingin sukses dalam menggeluti dunia usaha. Artinya, seseorang ketika sudah mempunyai keyakinan harus mulai terdorong untuk belajar, dan selanjutnya diaplikasikan dalam bentuk terobosan nyata dalam mengendalikan usahanya.

Selagi hidup di dunia manusia jangan pernah takut untuk bermimpi. Pasalnya, setiap impian itu gratis dan manusia tidak perlu malu merealisasikan mimpinya tersebut dalam bentuk usaha atau semacamnya. Setelah mempunyai mimpi, seseorang hendaknya mampu mengembangkan dirinya dengan banyak belajar kepada orang lain yang lebih sukses agar bisa mengambil banyak inspirasi dari orang tersebut sebagai sebuah langkah jitu untuk memulai rintisan usaha.

Setelah itu, berani mencoba dan tidak takut gagal adalah tindakan yang harus dilakukan agar seseorang dapat belajar banyak hal dari apa yang dilakukannya. Jika pun masih belum berhasil tidak perlu sampai larut dalam kesedihan. Semuanya bisa dijadikan pelajaran berharga dan diambil hikmah secara positif dan jangan jadikan kegagalan itu membuat kita berhenti untuk mencobanya lagi.

Pola pikir yang selalu menganggap apa yang bakal kita lakukan lebih berpotensi gagal adalah jalan pikiran yang salah dan perlu dibuang jauh-jauh. Pikiran yang tidak berguna itu tidak perlu dipelihara karena malah bisa mengendap dalam pikiran, yang membuat kita tidak berani mencoba memulai mengambil resiko tindakan agar berhasil.

Jangan sampai dalam pikiran tertanam bahwa apa yang akan kita kerjakan bakal tak akan bisa tercapai sesuai target atau bahkan gagal. Pasalnya, hal itu sama saja kita telah menutup diri dari pintu awal meraih kesuksesan. Sebaliknya, jika kita yakin dengan sumber pikiran bahwa kita dapat meraih segala yang diinginkan, pasti tidak lama lagi kita bisa mendapatkannya.

Apa yang kita kerjakan hari ini akan mempengaruhi usaha yang kita rintis esok hari, dan masa depan. Tidak peduli kondisi kita saat ini seperti apa, namun jika kita mengerjakan dan melakukan perbuatan yang berguna demi perkembangan usaha, hal itu bisa menjadi modal untuk melangkah menuju tangga sukses dalam membesarkan bisnis yang kita kendalikan.

Memang sudah banyak orang yang melakukan pekerjaannya secara baik dan total, namun hasil yang diharapkan kurang sesuai dengan ekspektasi. Hal itu sebenarnya bukanlah suatu hal yang patut diributkan. Yang menjadi masalah adalah apakah kita berani mencobanya lagi agar dikesempatan kedua dapat membuat hasil yang lebih baik.

Selama ini banyak orang lebih cenderung memikirkan ’ketidakberuntunganya’ dalam menjalankan aktivitas usahanya daripada memperbaiki kekurangan yang telah dikerjakannya. Padahal setiap manusia lahir sebagai juara. Karena itu, sangat tidak logis jika seseorang gampang menyerah dengan kegagalan pertama kali, dan sebagai pemimpin kita harusnya jangan mudah melepaskan impian yang sudah kita bangun sejak dulu.

Segala rintangan, hambatan, maupun kegagalan datang menghampiri hendaknya jangan dijadikan sebagai penghalang untuk terus maju meraih kesuksesan merintis usaha. Hanya dengan fokus pada goal yang dipunyai, hidup dan mimpi bisa lebih terarah dan punya motivasi untuk merealisasikannya tujuan itu cepat atau lambat. Pasalnya, bisnis kita berhasil tergantung dari usaha yang kita lakukan dan rintis sejak sekarang.

Meskipun seseorang hanya menjadi karyawan, sebaiknya juga harus berpikir bagaimana menciptakan kerja yang efektif dan efisien agar dapat memberikan yang terbaik bagi perusahaan.

Ada atau tidak ada bos, sudah sepatutnya karyawan untuk menjalankan pekerjaannya dengan dedikasi yang tinggi. Karyawan juga tidak perlu acuh dengan kondisi perusahaan. Jadilah orang yang berani menerima tugas baru dan menyelesaikan tantangan yang diberikan bos.

Karena itu, buka pikiran dan keluar dari comfort zone yang selama ini sudah menghambat kita agar bisa lebih sukses dari kondisi saat ini.

Posted by Erik Purnama Putra - Harian Bhirawa