You are here: Informasi 3 Langkah Membangun Rencana Karier

3 Langkah Membangun Rencana Karier

Setidaknya ada 7 dari 10 pencari kerja mengatakan bahwa mereka “siap bekerja di bidang apa saja” padahal sebetulnya mereka tidak memiliki kualifikasi yang tepat, apakah kamu salah satunya? Apa kamu masih belum tahu kira-kira jenjang karier apa yang mau kamu tempuh kedepannya? Jika ya, di tulisan ini ada 3 langkah cara membangun rencana karier yang tepat & matang.

Di dunia kerja yang semakin ketat ini, kamu tidak bisa lagi mengandalkan “saya siap belajar apa saja”. Memang benar sih tidak ada kata terlambat untuk belajar, namun belum tentu perusahaan tersebut punya banyak waktu untuk memberimu training atau mengajari kamu semua dari awal. Di dunia bisnis, mereka juga berkejaran dengan waktu oleh sebab itu mereka butuh kandidat berkualitas yang siap kerja.

Di kasus lain, ada juga pencari kerja yang ketika ditanya “mencari pekerjaan di bidang apa?” mereka hanya menjawab “saya mencari perusahaan yang menerima segala jurusan”. Ya, sejujurnya memang tidak menutup kemungkinan bahwa ada beberapa perusahaan yang memiliki preferensi latar belakang bidang studi tertentu. Namun, apa menurutmu itu adalah persyaratan mutlak dan tidak bisa diganggu gugat? Jawabannya tidak. Jurusan atau bidang studi tidak akan menjadi masalah jika kamu punya keterampilan yang tepat.

Membangun rencana karier merupakan salah satu proses yang dapat membantu kamu berkembang pesat di dunia kerja. Dikutip dari berbagai sumber setidaknya ada 3 langkah yang harus ditempuh, yaitu:

1. Pengenalan Diri

Dalam membangun rencana karier, langkah pertama adalah pengenalan diri atau biasa dikenal dengan sebutan self-assessment. Di sini kamu diajak untuk mulai mengenali dirimu sendiri. Hal tersebut dimulai dari skills apa saja yang kamu punya, bidang apa yang kamu suka & tidak suka, hingga value atau daya ‘jual’mu.

Dalam tahap pengenalan diri, kamu akan belajar untuk bekerja dengan lebih cermat dan tidak asal. Jika bingung soal keterampilan dan daya jual yang kamu punya, mulailah tulis dari kira-kira bidang apa yang kamu suka dan tidak suka.

Pertanyaan berikut dapat membantu kamu dalam tahap self-assesment:

  • Siapa saya? (Jawabannya bisa, saya adalah lulusan perguruan tinggi/ SMA, atau masih berstatus mahasiswa baru atau kata apapun yang mendeskripsikan dirimu)
  • Apa minat dan bakat saya?
  • Apa yang saya mau untuk karier dan pekerjaan saya?
  • Apa yang menjadi hobi/kesukaan saya?
  • Apa hal yang menurut saya penting?
  • Apa kelebihan dan kekurangan saya?

Jika sudah melewati tahapan ini, kamu bisa tahu apa yang kira-kira menjadi preferensi pilihan pekerjaan yang kamu mau serta bidang apa saja yang kira-kira cocok dengan minat dan bakatmu.


2. Temukan Karier yang Tepat

Di tahap kedua ini, kamu harus meluangkan waktumu untuk research atau cari tahu tentang pekerjaan/karier apa yang kira-kira mau kamu tempuh kedepannya. Untuk memudahkan, kamu bisa coba jawab pertanyaan di bawah ini:

  • Pekerjaan apa saja yang membuat saya tertarik dan apakah minat dan bakat saya cocok dengan pekerjaan-pekerjaan tersebut?
  • Apa saja kesenjangan (gap) antara skills yang saya punya dengan pekerjaan tersebut?
  • Skills apa saja yang saya butuhkan untuk memenuhi syarat dan mendapatkan pekerjaan tersebut?
  • Berapa lama waktu yang harus saya gunakan untuk mempelajari skills tersebut?

Jika kamu berhasil melewati tahap ini, pilihan yang kamu punya akan semakin mengerucut dan terfokus. Kamu sekarang bisa tahu jenis pekerjaan apa yang sesuai dengan kualifikasimu saat ini. Kenapa saat ini? Sebab bisa saja kamu terpikir untuk berpindah ke jenjang karier yang lain nantinya. Jangan hanya karena takut dibilang ‘suka pindah-pindah’, kamu jadi mengurungkan niat untuk explore pekerjaan.

3. Tes Kecocokan Karier

Apa kamu bisa yakin bahwa karier impianmu cocok denganmu (jika mencobanya saja belum)? Mencoba itu penting. Kamu bisa mulai explore dengan mengambil magang atau part-time terlebih dahulu sebelum benar-benar terjun berkarier secara full-time. Dalam mencari magang ini, kamu juga harus serius dan jangan asal lamar, jangan sia-siakan research yang sudah kamu lakukan di tahap sebelumnya.

Tidak jarang loh, perusahaan-perusahaan yang mengangkat anak magangnya jadi karyawan tetap. Ini tentu akan menguntungkan sekali untuk kamu yang ternyata akhirnya merasa cocok dengan pekerjaan yang kamu jalani selama magang. Nah, untuk yang merasa belum sreg dengan bidang yang kamu jalani selama magang dan part-time tersebut, kamu tetap bisa menjadikannya sebagai pengalaman berharga. Setidaknya kamu tahu sejak awal bahwa bidang tersebut tidak cocok untukmu.

 

Oleh : Intan

Sumber : https://glints.id/lowongan/membuat-rencana-karier/