You are here: Informasi Para Wisudawan: Pilih Bekerja atau Melanjutkan Studi S2

Para Wisudawan: Pilih Bekerja atau Melanjutkan Studi S2

Buat para mahasiswa yang sedang menempuh studi kuliah di semester akhir, barangkali Anda sudah mulai berpikir tentang pilihan-pilihan yang bisa diambil setelah wisuda. Bisa jadi ada banyak pilihan yang terlintas di benak Anda. Sebenarnya jika diklasifikasikan, pilihan itu ada dua: melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi atau bekerja (termasuk di dalamnya berwirausaha).

Ada baiknya pilihan itu telah diputuskan jauh hari sebelum Anda mengenakan toga. Lalu bagaimana supaya Anda tidak bingung dengan pilihan “Kuliah atau bekerja”? Berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan. Jika sesuai, silakan diaplikasikan. Tetapi jika Anda tidak berkenan, ya silakan juga. Beberapa hal di bawah ini saya uraikan berdasarkan pengalaman pribadi.

1. Rencanakan Kapan Anda Akan Menyelesaikan Skripsi

Punya impian melanjutkan studi S2 di luar negeri atau bekerja di perusahaan terkemuka, tetapi jika belum selesai kuliah, sama saja bohong, kan? Berdasarkan pengamatan saya, masa-masa pengerjaan skripsi sering membuat mahasiswa terlena. Terlena karena sudah tidak ada lagi mata kuliah teori. Terlena dengan waktu yang semakin bebas. Yakinlah, masalah pada mayoritas mahasiswa yang terlalu lama dalam pengerjaan skripsi (lebih dari 4 semester) bukan terletak pada sulitnya merumuskan masalah secara ilmiah. Masalah utamanya itu justru karena nyaris kehilangan motivasi, orientasi, dan juga semangat.

Jadi, Anda harus merancang rencana pengerjaan skripsi secara teratur dan kurangilah aktivitas yang tidak terlalu penting. Kalau mau skripsi yang extra ordinary, perbanyaklah Anda waktu untuk studi pustaka atau studi lapangan. Bersantai itu bisa dilakukan kapan saja. Tapi mengerjakan skripsi tidak mungkin dilakukan seumur hidup kan? Kalau perlu, umumkan kepada orang lain mengenai target skripsi Anda. Karena jika tidak tercapai, bisa jadi Anda akan malu kan?


Rencana pengerjaan skripsi yang pernah saya buat (sumber gambar: dokumentasi pribadi)

2. Diskusi dengan Orang-Orang Terdekat

Anda bingung dalam menentukan pilihan? Bisa jadi disebabkan cara pandang atau perspektif Anda yang masih belum beragam. Ajaklah orangtua, sahabat, atau bahkan dosen Anda untuk berdiskusi mengenai rencana di masa depan. Dengar dan terima saran-saran dari mereka. Masalah apakah saran tersebut Anda lakukan atau tidak, hak itu ada di tangan Anda sendiri. Hal terpenting adalah Anda bisa memiliki variasi perspektif dalam menentukan pilihan.

3. Mencari Informasi Studi S2 Atau Informasi Lowongan Pekerjaan Sedini Mungkin

Jika Anda misalnya merencanakan lulus skripsi pada bulan Desember, maka mulailah mencari informasi studi mengenai S2 atau informasi pekerjaan paling tidak enam hingga tiga bulan sebelum Desember. Buatlah satu folder khusus di dalam komputer Anda yang berisi tentang lowongan pekerjaan atau informasi studi S2. Yakinlah, kelak folder ini akan sangat berguna. Sebenarnya sah-sah saja jika Anda baru mencari informasi tersebut setelah lulus kuliah. Namun Anda akan kehilangan banyak waktu. Jadi kalau bisa, minimalkanlah waktu menganggur setelah wisuda.

4. Belajar Berwirausaha

Selain bekerja dengan orang lain atau melanjutkan studi S2, Anda bisa memilih untuk menjadi wirausahawan. Saya sendiri bukan seorang wirausahawan (meskipun saya punya niat untuk menjadi wirausahawan), jadi saya tidak bisa menjabarkan berdasarkan pengalam pribadi. Tetapi banyak teman yang saya kenal sudah berlatih wirausaha sejak kuliah. Bentuk usahanya beraneka ragam. Ada yang berjualan pulsa, jasa fotografi, penyewaan komputer dan internet, hingga usaha pembuatan kue.

Berdasarkan hal yang saya dapatkan dari teman-teman yang berwirausaha, kebanyakan dari mereka melakukan bisnis yang berawal dari hobi. Atau bisa jadi bidang usaha tersebut terkait dengan studi yang sedang Anda jalani. Misalnya, Anda yang menggeluti bidang sistem informasi bisa menawarkan jasa perancangan sistem informasi dan jaringan. Atau Anda yang dari bidang psikologi bisa menawarkan program pelatihan dan pengembangan. Intinya, lakukan hal yang Anda sukai dan cintailah hal yang sedang Anda kerjakan.

Sampai pada tahap ini, saya akan menceritakan beberapa pernak-pernik mengenai dunia kerja. Saya memang memilih masuk dahulu ke dunia kerja baru kemudian akan melanjutkan studi profesi S2.

1. Kenali Perusahaan yang Akan Anda Lamar

Jika Anda berniat memasukkan lamaran ke sebuah perusahaan, carilah informasi sebanyak-banyaknya mengenai profil perusahaan tersebut. Cari info tentang budaya kerja mereka. Ketika sampai dipanggil ke tahap wawancara dan ditanyakan mengenai hal apa saja yang Anda pahami mengenai perusahaan tersebut, Anda bisa menjelaskan dengan baik. Hal ini jauh lebih baik daripada Anda tidak tahu apa-apa tentang perusahaan tersebut. Dari banyak pelamar kerja yang pernah saya wawancarai, mayoritas dari mereka tidak tahu mengenai profil perusahaan yang mereka lamar. Mereka juga tidak punya gambaran tentang karirnya di masa depan. Sebaiknya, ungkapkan harapan Anda terhadap karir di masa depan. Hal tersebut akan sangat berguna untuk melihat visi Anda terhadap masa depan. Tentu saja semua hal tersebut harus Anda sampaikan dengan bahasa yang baik.

Jika niat Anda bekerja hanya sebagai batu loncatan, carilah perusahaan yang tidak mengenakan sistem penalti. Sistem penalti berarti jika Anda keluar sebelum masa kontrak habis, Anda akan dikenakan sejumlah denda oleh perusahaan. Cara ini juga bisa dilakukan bagi Anda yang masih ingin melanjutkan studi S2 selepas bekerja sekitar satu atau dua tahun.

2. Pilih Perusahaan Berkembang atau Perusahaan yang Sudah Mapan?

Ada pepatah mengatakan bahwa lebih baik menjadi kepala semut daripada menjadi ekor gajah. Kalau Anda termasuk orang yang senang inovasi dan pembelajar, pilihlah perusahaan yang sedang berkembang dan punya budaya kreatif. Budaya kreatif ini tidak hanya dimiliki oleh industri kreatif saja. Salah satu ciri dari sebuah perusahaan yang memiliki budaya kreatif adalah sistem yang memberikan ruang inovasi bagi karyawan. Selain itu budaya pemimpin yang mau mendengarkan, menerima, dan melaksanakan solusi dari bawahan juga menjadi salah satu indikator perusahaan yang kreatif dan punya visi untuk berkembang. Perusahaan berkembang yang seperti ini biasanya mengizinkan karyawannya untuk “memangkas” sistem baku di perusahaan. Artinya, jika karyawan punya cara kerja yang lebih efektif (tepat sasaran) dan efisien (hemat waktu), metode tersebut bisa saja diterapkan pada sistem perusahaan secara keseluruhan.

Ingat, kenalilah baik-baik perusahaan yang akan Anda lamar. Jangan tergiur hanya karena perusahaan tersebut sudah memiliki nama besar atau kompensasi yang besar. Anda harus punya target pengembangan diri. Jika Anda tidak bisa mengembangkan diri di dalam dunia kerja, maka hal tersebut akan berimbas pada sikap profesional dalam bekerja. Jadi, silakan Anda memilih apakah akan bekerja atau melanjutkan studi ya. Saran saya, dengarkanlah lagu dari Nugie yang berjudul “Lentera Jiwa”. Ini penggalan bait lagunya:

Kubiarkan kumengikuti suara dalam hati Yang slalu membunyikan cinta Kupercaya dan kuyakini murninya nurani Menjadi penunjuk jalanku Lentera jiwaku

Sumber :

http://www.kompasiana.com/yudikurniawan/para-wisudawan-pilih-bekerja-atau-melanjutkan-studi-s2_5519c298a33311151bb6594a

Oleh: Yudi Kurniawan