You are here: Informasi 8 Tips Bertahan Hidup sebagai Fresh Graduate

8 Tips Bertahan Hidup sebagai Fresh Graduate

Awal-awal menjadi fresh graduate memang melegakan sekali, apalagi ketika baru selesai sidang kelulusan dan masih punya waktu sebelum wisuda. Hari-hari itu akan jadi menyenangkan karena kamu bebas melenggang ke kampus untuk mengurus syarat wisuda sambil bermain ke perpustakaan atau kantin tanpa ada lagi bisikan halus “kapan lulus” yang datang entah dari dinding kantin atau jurnal-jurnal yang kamu pinjam dari perpustakaan.

Tapi, setelah wisuda dan sah menjadi fresh graduate yang mencari kerja akan jadi hari-hari penuh tantangan. Tidak jarang juga pergolakan batin terjadi, padahal masalahnya seputar akan hang out dengan teman atau di rumah saja supaya tidak banyak keluar uang. Supaya kamu yang masih fresh graduate tidak kebingungan menghadapi situasi ini, ada 8 tips yang bisa kamu terapkan untuk bertahan hidup pasca lulus kuliah.

1. Jangan panik, menjadi fresh graduate bukanlah mimpi buruk

Ketika dengar teman yang sama-sama fresh graduate sudah lebih dulu mendapat pekerjaan rasanya pundak dipakaikan ransel berisi batu berkilo-kilo. Tenang saja, saya juga pernah ada di fase itu. Tapi menyikapi teman yang sudah mendapat tempat kerja dengan sedih atau murung berlebihan tidak akan membantu kamu menemukan pekerjaan. Panik bukanlah kunci untuk membuka pintu kesempatan.

Sebaliknya, kamu perlu tenang supaya bisa berpikir strategi yang harus dilakukan. Ingat, jika kamu masih fresh graduate, kesempatan untuk memilih lapangan kerja masih cukup luas terbuka dibanding teman lain yang ingin berpindah sektor kerja. Sikap pertama yang perlu dijunjung tinggi oleh fresh graduate adalah tenang dalam mengambil keputusan, bukan panik dan mudah iri dengan pencapaian fresh graduate lainnya.

2. Saatnya kembali menekuni hobi

Sebagai fresh graduate, apalagi yang masih seminggu sampai sebulan lulus sidang, berikan waktu pada diri kamu untuk menikmati lagi hobi yang lama ditinggal karena sibuk menyusun skripsi. Hobi naik gunung, plesir ke pantai di daerah-daerah baru, berwisata kuliner, atau fotografi bisa kamu tekuni kembali. Selain waktu yang masih luang, anggap saja momen menggeluti hobi itu sebagai hadiah hasil kerja keras kamu menyelesaikan perkuliahan.

Pekerjaan juga terkadang tidak selalu harus berhubungan langsung dengan jurusan yang kamu ambil saat kuliah. Bisa jadi, berawal dari hobi fotografi, kamu malah mendapat pekerjaan dan menambah penghasilan sambil menunggu prospek kerja yang sesuai harapanmu. Menjadi fresh graduate tidak harus selalu nelangsa menanti hari pertama kerja, bukan?

3. Waktunya menyusun CV dan cover letter

Selesai berlibur dan menikmati euforia kelulusan hingga wisuda, saatnya nyalakan kembali laptop dan mencari inspirasi membuat CV dan cover letter, atau surat lamaran kerja, adalah dua senjata pamungkas fresh graduate untuk melamar kerja. Contoh format CV bisa kamu dapatkan gratis di dunia maya, begitu juga dengan cover letter. CV yang kamu buat harus merepresentasikan kekuatan karakter dan skill tentunya, karena sebagai fresh graduate masih sedikit atau bahkan tidak ada pengalaman kerja yang signifikan untuk bisa ditulis di CV.

Cover letter juga penting untuk kamu siapkan karena terlalu banyak CV yang hanya mampir saja di meja rekruiter tanpa dilihat lebih lama kalau memang tidak ada yang menarik bagi mereka. Penjelasan yang spesifik dan lugas lewat cover letter akan membantu kamu para fresh graduate mendapat kesempatan untuk lolos seleksi dokumen.

4. Hindari sikap terlalu pemilih

Lulus dengan sebuah gelar memang membuat nilai kamu bertambah sebagai fresh graduate. Modal untuk masuk ke sebuah sektor sudah kamu pegang dengan adanya gelar tadi. Sayangnya, perusahaan juga punya segudang pilihan fresh graduate yang tidak kalah potensial dibanding kamu. Fresh graduate kadang dihadapkan pada situasi sulit untuk menerima pekerjaan yang tidak sesuai dengan harapan, baik dari segi gaji, kualitas perusahaan, atau lokasi kantor.

Pekerjaan pertama memang akan punya peranan penting untuk kelanjutan karir kamu, tapi bukan jadi penentu kesuksesanmu di masa depan. Jadi, kalau tantangannya adalah lokasi, gaji, atau lingkungan yang sesuai ekspektasi, kamu tetap perlu mencobanya. Terlalu pemilih bisa menyebabkan kamu menganggur lama dan membuat pertanyaan nantinya sewaktu kamu dapat panggilan kerja.

5. Fresh graduate jangan malu mencoba kerja lepas

Membuka usaha kecil seperti membuat kue kering atau jajanan yang sedang hits juga bisa jadi opsi buat kamu bertahan di fase fresh graduate. Selain bisa melatih jiwa entrepreneur yang mungkin terpendam, akan menyenangkan karena kamu bisa punya penghasilan. Walaupun kadang ada tetangga atau keluarga yang berkomentar dengan usaha kamu mendapatkan uang, kamu tidak perlu terusik atau merasa minder. Kegiatan ini tentu lebih bermanfaat dibanding hanya melewati hari dengan mengeluh atau bersantai di rumah.

Saat ini pertumbuhan perusahaan startup juga makin pesat, posisi freelance semakin bertebaran dan banyak terbuka untuk para fresh graduate. Gunakan baik-baik kesempatan ini sambil mengumpulkan pengalaman sebelum kamu terikan kontrak kerja.

6. Sadar diri perlu tapi jangan terlalu sensitif

Momen saat ditanya status kerja saat masih fresh graduate kadang bikin kamu lebih sensitif dibanding saat ditanya sudah punya pacar atau belum. Melihat kesuksesan teman yang sudah dapat pekerjaan seharusnya jadi momen yang membangkitkan semangat kamu, bukannya jadi super sensitif dan mempertanyakan keadilan nasib.

Kejadian seperti berjuang bersama teman sesama fresh graduate namun kamu tidak lolos seperti si teman juga sering jadi momen sedih. Tapi jangan terlalu memusingkan hasil seleksi tersebut. Tiap rekruter dan perusahaan punya pilihan dan kebutuhan berbeda. Kalau kamu belum terpilih, mungkin karena memang tidak sesuai kualifikasinya dengan kebutuhan kerja.

7. Diam di rumah bukan pilihan bijak

Terlalu rajin keluar rumah untuk sekedar hang out tidak disarankan buat kamu fresh graduate yang belum dapat pekerjaan. Tapi mengurung diri di kamar dan tidak mau menghadapi lingkungan juga bukan solusi dari perjalanan kamu mencari kerja. Tetaplah bergaul dengan teman-teman yang memang akan bawa dampak positif, niscaya kamu juga akan mendapat pandangan baru dan pencerahan dari mereka yang sudah duluan merasakan nikmatnya punya penghasilan sendiri. Jangan sampai terlalu lama di rumah berakibat kamu lupa cara bergaul dan menghadapi orang baru, bisa berpengaruh pada keberanian kamu saat mengikuti seleksi dengan ratusan pesaing nantinya.

8. Tetap berpikir dan melakukan kegiatan positif

Intinya, fresh graduate bukan momok yang menakutkan dan harus kamu hindari. Justru setelah lulus kuliah, kamu harus menambah semangat untuk berjuang di persaingan dunia kerja. Kalau kamu terlalu fokus pada diri sendiri dan berpikiran yang negatif, rasanya berkat pekerjaan juga akan jauh dari pelupuk mata. Jadi, tetap berpikiran positif dan bersemangat melewati fase fresh graduate, ya!

 

 

Sumber: https://glints.com/id/lowongan/tips-bagi-fresh-graduate/